sekilas tentang pil KB

February 7, 2009 at 12:53 am Leave a comment

Pada tahun-tahun pertama setelah pil KB disetujui pemakaiannya, ia terbukti sangat efektif dan sangat mudah digunakan, sehingga sangat diyakini sebagai pendorong munculnya revolusi seksual. (Ingatkah Anda mengenai revolusi seksual di tahun 1960-an?). Pil KB dianggap sebagai solusi terbaik yang tidak merepotkan terhadap masalah rumit kehamilan: cukup mengingat untuk meminum pil KB kecil Anda dan Anda tidak akan merasa cemas lagi.

Lalu, selama pertengahan hingga akhir tahun 1970-an, sejumlah laporan yang dibuat secara terburu-buru menunjukkan bahwa kontrasepsi oral dapat meningkatkan resiko seorang wanita terhadap resiko masalah-masalah kardiovaskular, tekanan darah tinggi, kanker payudara, kanker leher rahim dan sejumlah komplikasi-komplikasi lainnya yang menakutkan. Popularitas pil KB menjadi turun. Bahkan hingga sekarang, walaupun kontrasepsi oral memberikan pencegahan kehamilan yang benar-benar mudah digunakan bagi jutaan wanita di seluruh dunia, namun banyak wanita yang takut menggunakannya.

“Namun, membandingkan pil KB yang ada dewasa ini dengan pil KB yang ada di tahun 1970-an seperti membandingkan apel dengan jeruk,” demikian kata Judith H. Seifer, Ph.D., professor klinis bidang psikiatri, obstetrikk dan ginekologi pada Wright State University School of Medicine di Dayton, Ohio. “Pil KB baru ini amat sangat aman. Kita perhatikan mungkin hanya ada satu banding enam puluh dari masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada wanita yang menggunakan pil KB ini. Kontrasepsi-kontrasepsi oral telah diperbaiki mutunya selama bertahun-tahun dan potensinya telah dikurangi. Bagi wanita muda yang aktif kehidupan seksualnya, pil-pil KB tersebut adalah jenis kontrasepsi tidak permanen yang paling aman.”

Memang benar bahwa terdapat beberapa wanita yang seharusnya tidak boleh menggunakan pil KB — terutama mereka yang merokok, dan/atau yang berusia di atas 35 tahun. Wanita lainnya yang tidak boleh menggunakan pil KB adalah termasuk mereka yang menderita penyakit hati aktif dan mereka yang mengalami kanker payudara atau sakit kepala migren. Namun, demikian kata para ahli, resiko-resiko yang berkaitan dengan pil KB adalah sangat kecil. Faktor-faktor resiko yang harus dibicarakan dengan dokter Anda meliputi merokok, kegemukan, diabetes, tingkat kolesterol yang sangat tinggi dan usia. Pada kenyataannya, para ahli setuju bahwa wanita yang lebih muda dan tidak merokok, menggunakan pil KB lebih aman dari pada tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun (karena kelahiran bayi itu sendiri menimbulkan resiko tersendiri terhadap kesehatan Anda).

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa dari setiap 100 wanita yang menggunakan pil KB setiap tahunnya, akan ada dua atau tiga kehamilan — salah satu angka efektivitas tertinggi dari semua jenis alat kontrasepsi, kecuali sterilisasi permanen (pengikatan tuba). Namun, jangan lupa bahwa perkiraan-perkiraan tersebut adalah bagi pemakaian dengan tipe khusus (yang berarti wanita melakukan banyak kesalahan). Suatu skenario klasik: seorang wanita memutuskan untuk berhenti menggunakan pil KB dan tidak memiliki kontrasepsi cadangan seperti kondom yang mudah dipakai dan ia bercinta begitu saja, dan — bingo! Ia hamil. Ini benar-benar suatu masalah karena penelitian-penelitian menunjukkan bahwa 50% wanita yang menggunakan pil KB berhenti dalam tahun pertama. Jadi jika Anda bermaksud berhenti, carilah metode pengendalian kelahiran cadangan yang mudah digunakan.

Sementara itu, jika Anda benar-benar berhati-hati dan ingat untuk menggunakannya setiap saat, kontrasepsi oral dapat memiliki angka efektivitas sebesar satu kehamilan per 1000 wanita. Dengan kata lain, pil-pil KB memang hampir tidak pernah gagal.

KHASIAT DAN BAHAYA PIL KB
Kontrasepsi oral mencegah kehamilan dengan mengirim pesan-pesan kimia ke sistem reproduksi. Pesan tersebut bermacam-macam dan kompleks — yaitu menekan ovulasi, membuar sperma sukar melewatinya, merubah lapisan rahim sehingga sebuah telur yang subur tidak dapat melakukan implantasi. Namun semua hal tersebut hanya satu tujuan tertentu, yaitu “mencegah kehamilan.” Pesan-pesan kimiawi tersebut dikirim dalam bentuk versi-versi sintetis dari hormon seks estrogen dan progesteron.

Namun seperti semua jenis alat pengatur kelahiran, pil KB juga tidak sempurna. Namun, suatu hal yang sangat menguntungkan adalah bahwa begitu banyak kekurangan-kekurangan dari pil KB yang diketahui. Pada kenyataannya, sejak pertama kali digunakan, tidak ada bahan kimia yang diteliti kualitas, efek dan penggunaannya, seteliti pil KB dalam hal pemeriksaan ilmiah. Para peneliti telah meneliti pil KB dari berbagai sudut-sudut yang luas.

Masalah-masalah kardiovaskular. Penelitian-penelitian awal menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan pil KB, kurang lebih mengalami resiko empat kali lebih besar untuk mendapat serangan jantung, dibanding dengan wanita yang tidak menggunakannya. Namun versi dosis lebih rendah serta penelitian-penelitian yang lebih cermat, telah merubah gambaran yang menakutkan tersebut. Resiko tersebut sedikit lebih besar pada wanita yang lebih tua dan pada wanita yang merokok.

Kanker payudara. Terdapat cukup banyak penelitian-penelitian yang telah menunjukkan adanya suatu kaitan antara pil KB dengan peningkatan resiko kanker payudara — dan cukup banyak yang menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan resiko sama sekali.

“Semua orang bingung,” demikian Dr. Seifer mengakui. “Namun apa yang kita ketahui adalah bahwa Anda tentunya tidak ingin dengan kejam menstimulasi jaringan payudara Anda dengan estrogen. Estrogen menstimulasi jaringan payudara. Itulah alasannya mengapa tanda-tanda pertama kehamilan adalah buah dada yang rentan. Namun Progestin dapat melawan hal ini — karena pil-pil KB yang hanya mengandung progestin dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit payudara fibrokistik (yang mungkin dapat, atau mungkin juga tidak, menimbulkan kecenderungan timbulnya kanker payudara pada seorang wanita).

Tekanan darah. Kontrasepsi-kontrasepsi oral meningkatkan tekanan darah pada banyak wanita, walaupun peningkatannya tidak begitu tinggi dan akan kembali normal setelah beberapa minggu pemakaian pil KB dihentikan. Penelitian Walnut Creek Contraceptive Drug, yang melibatkan 11.672 wanita, terbukti bahwa kontrasepsi oral berkaitan dengan peningkatan tekanan systolic sebesar 6 poin, dan 1 hingga 2 poin tekanan diastolic. Pada suatu penelitian di Inggris, yang melibatkan 46.000 wanita, ditemukan bahwa para pemakai pil mengalami kecenderungan untuk mengalami tekanan darah tinggi sebanyak dua hingga dua setengah kali lebih besar dibanding dengan mereka yang tidak memakai.

Itulah sebabnya mengapa sangat penting untuk memeriksakan secara teratur tekanan darah Anda ketika Anda menggunakan kontrasepsi oral. (Ini tentunya tidak ada masalah karena sebagian besar dokter tidak akan memberikan resep lebih dari jangka waktu 6 bulan — sebagian alasannya adalah supaya Anda datang untuk pemeriksaan tekanan darah, Pap test, tes payudara dan pemeriksaan tulang pinggul).

Kanker leher rahim. Pada suatu pembahasan literatur medis, lima penelitian menunjukkan adanya beberapa kaitan antara penggunan pil KB dengan peningkatan resiko kanker leher rahim dan tujuh penelitian tidak menemukan adanya peningkatan resiko.

“Bukti adanya kanker rahim, kurang lebih sama membingungkannya dengan bukti adanya kanker payudara,” demikian kata Dr. Seifer. “Namun menurut saya, kanker leher rahim lebih banyak berkaitan dengan konsekuen gaya hidup, seperti memiliki banyak pasangan, dan melakukan seks tanpa alat pelindung — daripada karena menggunakan pil KB.”

TANDA-TANDA BAHAYA
Suatu cara untuk melindungi diri Anda sendiri jika muncul masalah-masalah pada saat anda menggunakan pil KB adalah dengan mengingat tanda-tanda bahaya berikut ini. Jika ada dari tanda-tanda berikut yang Anda jumpai, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter secepatnya.
* Rasa sakit yang sangat pada daerah perut.
* Rasa sakit pada dada, dan sukar bernafas.
* Sakit kepala yang sangat.
* Rasa pusing, lemah atau mati rasa.
* Hilangnya atau kaburnya penglihatan, atau mengalami kesulitan dalam berbicara.
* Rasa sakit pada betis dan paha.

KEKHAWATIRAN-KEKHAWATIRAN RINGAN
Sejalan dengan kekhawatiran-kekhawatiran yang serius ini, terdapat sejumlah kekhawatiran-kekhawatiran kecil, yang Anda cenderung lebih sering mengalaminya.

Perubahan-perubahan suasana hati, sakit kepala, pendarahan, dan kerapuhan buah dada. Ini semua merupakan efek-efek samping yang cukup umum. Namun, beberapa dari gejala tersebut akan hilang bersama waktu. “Salah satu masalah terbesar yang kita hadapi adalah ketidaksabaran,” demikian kata Dr. Seifer. “Wanita yang telah kami ganti pil-pilnya dengan dosis yang lebih rendah akan datang sambil mengeluh bahwa mereka mengalami sedikit pendarahan, seraya berkata, “Dapatkah Anda memberi saya pil-pil KB yang lama saja?” Namun pendarahan tersebut akan lenyap dalam waktu 3 hingga 4 bulan — Anda cuma harus menunggu hingga tubuh Anda terbiasa dengan pil KB baru ini.

Tidak ada perlindungan. Salah satu kelemahan terbesar dari pil KB adalah bahwa ia tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit-penyakit kelamin menular (STD). Kontrasepsi-kontrasepsi pelindung seperti kondom atau diafragma, memberikan perlindungan fisik atau berfungsi sebagai perisai yang melindungi leher rahim dan rahim dari AIDS, Herpes dan penyakit-penyakit kelamin menular lainnya.

Banyak dokter yang menyarankan kepada wanita-wanita muda yang kehidupan seksualnya aktif, yang menggunakan pil KB sebaiknya juga menggunakan menyarankan agar pasangannya memakai kondom.

Menurunkan gairah. Banyak wanita yang berpendapat bahwa pil KB mengurangi dorongan seksual mereka.

“Salah satu dari hal-hal yang telah kita pelajari dari tahun 1960 dan 1970an adalah bahwa pil KB memiliki efek yang bertumpuk pada libido,” demikian kata Dr. Seifer. “Sering seorang wanita telah menggunakan pil KB selama 12 hingga 18 bulan, sebelum dia mulai kehilangan dorongan seksualnya. Kami akan menghentikan pemberian obat tersebut dan hal tersebut akan memakan waktu 10 hingga 12 bulan sebelum wanita tersebut pulih kembali.”

“Namun dewasa ini, kontrasepsi-kontrasepsi oral dengan dosis yang lebih rendah,” demikian penjelasan Dr. Seifer, “pada seorang wanita muda yang aktif kehidupan seksualnya, yang tidak memiliki masalah-masalah libido lainnya, sama sekali tidak ada kemungkinan bahwa pil KB akan mempengaruhi dorongan seksualnya.”

PILIHAN-PILIHAN BARU
Kembali ke tahun 1970-an, kontrasepsi-kontrasepsi oral mengandung estrogen dan progestin sepuluh kali lebih banyak dari pada kontrasepsi-kontrasepsi oral yang digunakan dewasa ini. Terdapat banyak variasi sekarang ini karena terdapat lebih dari 60 jenis kontrasepsi oral. Beberapa pil KB jenis baru sekarang ini tidak mengandung estrogen sama sekali. Pil-pil KB yang hanya mengandung progestin ini (kadang-kadang disebut POP (Progestin-only Pills) atau pil-pil KB kecil), diperkenalkan kurang lebih 10 tahun setelah pil KB kombinasi yang orisinil yang mengandung estrogen dan juga progestin, namun tidak begitu efektif dibanding dengan jenis-jenis kombinasi. Namun pil-pil KB yang hanya mengandung progestin, juga memiliki keuntungan-keuntungan tersendiri.

“Wanita perlu memahami bahwa estrogenlah yang menyebabkan vasokonstriksi (kontraksi pada pembuluh darah), serta semua komplikasi-komplikasi kardiovaskular,” demikian keterangan Dr. Seifer. “Pil-pil KB yang hanya mengandung progestin tidak mempengaruhi sistem.” Karena pil-pil KB tersebut tidak meningkatkan resiko kardiovaskular, pil-pil KB progestin tersebut terutama sangat cocok bagi wanita yang lebih tua yang mempunyai resiko tertinggi terhadap serangan jantung dan stroke.

Satu kelemahannya, “Beberapa wanita sensitif terhadap progestin sehingga mereka tidak dapat menerima progestin,” demikian kata Dr. Seifer. “Mereka mengalami serangkaian sakit kepala, cenderung merasa kembung di perut, lekas marah dan mengalami sindrom pra-menstruasi yang parah. Namun jika Anda adalah salah satu dari wanita yang tidak dapat menggunakan pil KB yang mengandung progestin tersebut, Anda biasanya akan mengetahuinya dalam waktu tiga atau empat bulan.”

KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN LAINNYA
Namun tidak semua efek-efek samping yang dihasilkan pil KB bersifat negatif. Sebagai tambahan dari keefektifannya sebagai alat pengendali kelahiran, kontrasepsi-kontrasepsi oral juga telah menunjukkan keuntungan-keuntungan kesehatan tambahan yang banyak — semacam bonus yang tak terduga.

Kontrasepsi-kontrasepsi oral diketahui dapat menurunkan resiko kanker endometrium (lapisan rahim), serta kanker ovarium dan menurunkan resiko terjadinya penyakit payudara ringan, endometriosis, infeksi radang pelviks dan sindrom pra-menstruasi.

Menurut para peneliti, pemakai kontrasepsi-kontrasepsi oral kombinasi mempunyai resiko 50% lebih kecil untuk mengalami kanker ovarium atau kanker endometrium dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menggunakan pil-pil KB kombinasi ini. Dan dalam beberapa penelitian, pil KB mengurangi resiko seorang wanita dari infeksi radang pelviks (suatu infeksi yang sangat serius pada saluran reproduksi yang lebih dalam) sebesar 50 hingga 70%, terutama jika wanita tersebut telah menggunakannya selama paling sedikit satu tahun. Juga beberapa wanita melaporkan adanya mesntruasi-menstruasi yang tidak begitu menyakitkan, tidak begitu kejang, lebih teratur, serta berkurangnya kemungkinan terjadinya kista ovarium dan gejala-gejala sindrom pra-menstruasi yang lebih menurun.

PIL ABORSI PERANCIS
Pil-pil KB pengatur kelahiran sangat efektif dalam mengatur kesuburan wanita sehingga tidak terelakkan bahwa seseorang akan menciptkan pil KB pengatur kelahiran, yang bukan hanya mencegah kehamilan, namun sebenarnya juga dapat menggugurkan kehamilan yang telah terjadi. Pil yang demikian disebut RU 486 oleh para penciptanya dan disebut “pil KB aborsi” oleh orang-orang yang tidak menyetujui penggunaan pil KB tersebut, dikembangkan beberapa tahun yang lalu oleh peneliti Perancis Etienne-Emile Baulieu, Ph.D., seorang ahli biokimia pada University of Parissud School of Medicine.

Pil RU 486 bekerja dengan cara menghalangi hormon progesteron yang menyiapkan rahim untuk di-mplantasi oleh telur yang telah dibuahi. Dengan hormon yang terhalangi, lapisan rahim tidak menebal, sehingga telur yang masih kecil (lebih kecil dari titik yang ada pada akhir kalimat ini), akan tersiram keluar pada saat menstruasi. Cara kerja RU 486 agak mirip dengan cara kerja pil KB kecil yang hanya mengandung progestin kecuali bahwa RU 486 melakukan semua fungsinya dalam 10 jam — sehingga seorang wanita yang khawatir kalau menjadi hamil di malam sebelumnya dapat menggunakan pil KB tersebut keesokan harinya. (Pil ini juga sedang diuji di Perancis sebagai pil KB kontrasepsi yang dipakai sebulan sekali).

Suatu penelitian yang dilakukan di Israel menunjukkan bahwa ketika pil KB ini digunakan pada beberapa minggu pertama kehamilan, hasilnya benar-benar menimbulkan aborsi pada 60 hingga 80% dari kasus-kasus yang ada. Jika dikombinasikan dengan obat yang menstimulasi rahim, angka aborsi adalah 95 hingga 99%. RU 486 sangat kontroversial, karena telah mengacaukan batasan antara kontrasepsi dan aborsi — oleh karena itu pil KB ini masih dilarang penggunaannya di Amerika Serikat.
artikel diambil dari panduankesehatan.blogspot.com

About these ads

Entry filed under: KB. Tags: .

BAHAYA TOXO PLASMA BAGI IBU DAN BAYI alat-alat kontrasepsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Cara Aman Memasak dengan Gas


Blog Ayahnya Anak2

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: