Ibu Hamil Resiko Tinggi

April 7, 2009 at 12:44 am 1 comment

Apakah yang dimaksud Ibu hamil dengan risiko tinggi ?
Yaitu Ibu Hamil yang mengalami risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan, bila dibandingkan dengan Ibu Hamil yang normal.

Siapakah yang termasuk Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi ?
- Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm.
- Bentuk panggul ibu yang tidak normal.
- Badan Ibu kurus pucat.
- Umur Ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
- Jumlah anak lebih dari 4 orang.
- Jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun.
- Adanya kesulitan pada kehamilan atau persalinan yang lalu.
- Sering terjadi keguguran sebelumnya.
- Kepala pusing hebat. Kaki bengkak.
- Perdarahan pada waktu hamil.
- Keluar air ketuban pada waktu hamil.
- Batuk-batuk lama.

Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan akibat Ibu hamil dengan risiko tinggi ?
- Bayi lahir belum cukup bulan.
- Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).
- Keguguran (abortus).
- Persalinan tidak lancar / macet.
- Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.
- Janin mati dalam kandungan.
- Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.
- Keracunan kehamilan/kejang-kejang.

Apakah kehamilan risiko tinggi dapat dicegah ?
Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikinya.

Bagaimana pencegahan kehamilan risiko tinggi dapat dilakukan ?
- Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
- Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.
- Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
- Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

Apa yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk menghindari bahaya kehamilan risiko tinggi ?
- Dengan mengenal tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.
- Segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.

>>>>>> .: sumber :.

About these ads

Entry filed under: KEHAMILAN. Tags: , , , , , .

Bagaimana Caranya Agar Cepat Hamil? Memilih Jenis Kelamin Bayi

1 Comment Add your own

  • 1. margono  |  February 6, 2010 at 1:19 am

    kepada
    yth.ibu bidan sherly
    di tempat
    kami mau menanyakan tentang istri saya,saat ini umur 41 th,sudah punyak anak satu umur 14 th,dan punya darah tinggi 130 per 80 ,bagaimana resikonya apabila istri saya mengandung lagi,karena kami ingin punya anak satu lagi.

    supaya bapak tahu, umur 41 sudah masuk kategori umur beresiko tinggi (diatas 35 tahun0
    dari sisi tekanan darah juga bisa dikatakan beresiko tinggi, dari jarak kelahiran sebelumnya (14 tahun) juga menambah resiko
    bila bapak/ibu menginginkan kehamilan lagi, saya sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan dan selama proses kehamilan hingga kelahiran rutin memerikasakan diri ke dokter atau bidan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Cara Aman Memasak dengan Gas


Blog Ayahnya Anak2

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers

%d bloggers like this: