Posts filed under ‘ANAK SAKIT’

PENANGANAN DIARE

Penyakit diare atau berak mencret merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai bayi dan balita. Apa itu diare? Apa saja yang sebaiknya dilakukan? Apa sajakah penyebab diare? Dapatkah diare ini dicegah? Bagaimana penanganan diare yang sebaiknya?

Apa itu Diare?

Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekuensi / jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair daripada padat, maka itu adalah diare.

Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kali sehari, dan bayi yang lebih besar akan mempunyai waktu buang air masing-masing, ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2 kali seminggu saja. Dengan kata lain anda harus mengetahui apa yang NORMAL buat bayi atau anak anda dari kebiasaan buang air besar mereka.

Penyebab diare :

* Virus (penyebab diare tersering – dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah lendir, berbau asam.
* GE ( flu perut) terbanyak karena virus.
* Bakteri – Berak2 dengan darah/lendir , sakit perut. —-Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan.
* Parasite(Giardiasis) – Berak darah+/- dan lendir, sakit perut.——perlu antiparasite
* Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotilka – Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda.
* Alergi susu,- diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut , biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
* Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain ; misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.

Gejala Diare Akut ( Diare Mendadak) :

Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam.

Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :

- Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.

- Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.

- Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar

- Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.

- Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Pengobatan Diare

Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus, maka TIDAK ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan.

Diare akut dapat disembuhkan HANYA dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja.

Yang perlu diingat pengobatan BUKAN memberi obat untuk mengHENTIKAN diare, karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan memperburuk saluran tersebut.

Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh, akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari – ( 14 hari) dimana diare makin berisi – dari air ( watery) mulai berampas, berkurang frekuensi nya dan sembuh.

Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi.

Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah:

* Ingat menHENTIkan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. Dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk.
* Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda DEHIDRASI
* Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti BIASA. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak GULA. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.
* Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobati diarenya. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untuk pembentukan kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti BIASAnya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini.

Pencegahan Diare:

- Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)

- Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan.

- Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil.

- Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

Hubungi dokter anda, bila:

* Diare disertai Darah —–perlu pengobatan spesifik dengan antibiotika.
* Adanya tanda-tanda DEHIDRASI ( tidak ada air mata ketika menangis, kencing berkurang atau tidak ada kencing dalam 6-8 jam, mulut kering)
* Adanya panas tinggi (.38.5C) yang tidak turun dalam 2 hari.
* Muntah terus menerus – tidak dapat masuk makanan / asi .
* Adanya sakit perut – kolik —-pada bayi akan menangis kuat dan biasanya menekuk kaki, keringatan dan gelisah.

sumber: .: infoibu :.

April 30, 2009 at 6:07 am Leave a comment

ARTI WARNA FECES BAYI

Umumnya warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning, coklet, hijau, merah dan putih/keabu-abuan. Untuk mengetahui normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi kita, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut.

KUNING

Warna Kuning dapat diindikasikan sebagai fases normal untuk bayi, apabila bayi mendapat ASI yang penuh, tanpa campuran susu formula, warna kuning dari fases yang dihasilkan lebih cerah dan cemerlang(didominasi warna kuning. Yang berarti sibayi mendapat ASI penuh dari foremik (ASI depan) dan hindmilk(ASI belakang).

HIJAU

Warna Hijau pada fases bayi masih dikategorikan normal, tapi warna ini tidak boleh terus-menerus muncul karena hal tersebut berarti cara ibu memberikan ASI kurang tepat/belum benar (yang terhisap oleh bayi hanya foremik saja, kasus tersebut tejadi kalau produksi ASI melimpah.dimana sibayi selalu mengisap ASI depan terlebih dahulu yang mempunyai kandungan gula & laktosa tapi rendah lemak yang membuat bayi cepat lapar kembali & ASI belakang yang mengandung banyak lemak akan terhisap setelah foremik habis, padahal hidmik (ASI belakang) inilah yang membuat tinja menjadi kuning.

MERAH

Warna Merah pada fases bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertainya, darah tersebut bisa berasal dari tubuh bayi atau dari ibunya yang terisap pada saat proses persalinan,jika darah tersebut berasal dari ibunya, maka fasesnya akan ditemukan bercak hitam & berlangsung 1 s/d 2 hari. Apabila darah tersebut bukan berasal dari 2 hal tersebut kemungkinan lainnya bisa karena alergi susu formula atau penyumbatan pada usus & hal tersebut perlu penanganan cepat danh segera berkonsultasi pada dokter.

PUTIH/KEABU-ABUAN

Jika warna Putih/keabu-abuan pada kotoran bayi terjadi, maka hal tersebut harus segera diwaspadai. karena warna putih menunjukan gangguan yang cukup riskan yang mungkin disebabkan gangguan pada hatu/penyumbatan saluran empedu pada bayi. yang berarti cairan empedunya tidak dapat mewarnai tinjanya, yang berarti sibayi harus segera dibawa kedokter.

BENTUK FASES

Feses bayi di dua hari pertama setelah dilahirkan berbentuk aspal lembek setelah itu akan bergumpal seperti jeli, padat, berbiji & berupa cairan. Fases bayi yang diberi ASI ekslusif akan berbentuk pasta/kream, berbiji & cair seperti menceret

FREKUENSI BAB

Frekuensi BAB pada bayi berbeda-beda khususnya diminggu keempat & keliam yang pertama, dalam sehari bisa lima kali.bayi yang minum ASI ekslusif bisa gak BAB sampai empat hari bahkan sampai tujuh hari, jangan kawatir itu normal selama perkembangannya tidak terganggu.

sumber; .: balitacerdas :.

April 29, 2009 at 1:54 am 2 comments

Masalah Biang Keringat

Sepanjang malam Saskia tidak nyenyak tidur. Berulang kali sang mama mencoba mengelus punggungnya, dan menaburi punggungnya dengan bedak. Inilah ulah biang keringat.

Biang keringat atau keringet buntet adalah kelainan yang ditandai oleh bintil-bintil berwarna kemerahan di kulit (terlihat kulit yang beruntusan). Biasanya muncul di dahi, leher, dan bagian tubuh yang kaya kelenjar keringat.

Mengapa bisa terjadi biang keringat?

Kulit sebetulnya merupakan organ tubuh yang kompleks. Kecuali terdiri atas beberapa lapisan sel (yang selalu meremajakan diri dan kulit yang mati akan terbuang sebagai kulit ari) pada kulit juga terdapat kelenjar lemak dan kelenjar keringat.

Salah satu fungsi utama kelenjar keringat ialah membantu mengatur suhu tubuh. Pada saat udara di sekitar kita panas atau bila kita demam, maka akan terjadi peningkatan aktivitas kelenjar keringat (ditandai dengan keluarnya keringat) sehingga suhu tubuh akan tetap terjaga normal.

Biang keringat ini terjadi karena saluran kelenjar keringat ‘tersumbat’ oleh sel-sel kulit mati yang tidak terbuang sempurna. Keringat yang ‘terperangkap’ ini memicu munculnya bintil-bintil yang pada beberapa orang disertai rasa gatal. Akibatnya pasien sering menggaruk. Karena garukan ini, dapat terjadi infeksi oleh kuman.
Siapa saja yang bisa mengalami biang keringat?

Sebetulnya, siapapun bisa mengalaminya. Tetapi, pada bayi (apalagi bayi yang lahir prematur) dan anak berusia kurang dari 2 tahun, kelenjar keringatnya belum berfungsi sesempurna anak yang lebih tua. Oleh karena itu, pada suasana yang ‘gerah’, panas dan lembab, kelainan akan lebih mudah terjadi.

Apalagi bila ditambah dengan pakaian yang dikenakan ternyata bahannya tidak menyerap keringat.
Bagaimana cara pencegahannya?

* Rawatlah kulit anak dengan mandi secara teratur dan gunakan produk perawatan kulit yang sesuai.
* Pastikan kulitnya kering dan bersih.
* Beri bedak tabur (dengan cara yang benar) untuk menyerap sisa-sisa kelembaban dan mencegah gesekan.
* Pilih pakaian yang bersih, bahan yang menyerap keringat, model yang nyaman dipakai (karena anak-anak umumnya mempunyai banyak aktivitas fisik) dan ganti setiap kali bajunya terlihat basah.
* Usahakan setiap ruangan mempunyai ventilasi udara yang cukup.
* Ajari anak untuk beraktivitas/bermain di tempat yang teduh.

Bila sudah terjadi biang keringat, apa yang dapat diupayakan ?

* Pada tahap awal, dapat dicoba bedak biang keringat, baik berupa bedak tabur maupun bedak kocok, yang tersedia di pasaran
* Namun bila tak kunjung sembuh, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Mungkin akibat garukan, terjadi luka dan akhirnya terinfeksi oleh kuman.
* Bila sudah terinfeksi bisa muncul penyakit baru yang memerlukan penanganan yang berbeda.

sumber: .:anakku:.

April 9, 2009 at 6:16 am Leave a comment

Mengenali Penyakit Tifus (Kenali gejala tipus (thypus abdominal atau typhoid fever)

Gejala awalnya perlu dikenali sebelum terlambat diobati. Selain itu, tipus kasus infeksi perut yang banyak di sini. Diawali demam lebih dari seminggu. Mulanya seperti orang mau flu. Bedanya, demam tipus umumnya muncul sore dan malam hari. Tidak disertai gejala batuk pilek. Demamnya sukar turun walau minum obat dan disertai nyeri kepala hebat. Perut terasa tidak enak, dan tidak bisa buang air beberapa hari, Demam naik teratur, bila naiknya menjelang malam, selama seminggu, akan terus seperti itu, bisa juga naiknya selalu disiang hari, malamnya agak mereda. Kenali gejala tipus (thypus abdominal atau typhoid fever) yang tergolong berat dan berbahaya.

Gejala awalnya perlu dikenali sebelum terlambat diobati. Selain itu, tipus kasus infeksi perut yang banyak di sini. Diawali demam lebih dari seminggu. Mulanya seperti orang mau flu. Bedanya, demam tipus umumnya muncul sore dan malam hari. Tidak disertai gejala batuk pilek. Demamnya sukar turun walau minum obat dan disertai nyeri kepala hebat. Perut terasa tidak enak, dan tidak bisa buang air beberapa hari, Demam naik teratur, bila naiknya menjelang malam, selama seminggu, akan terus seperti itu, bisa juga naiknya selalu disiang hari, malamnya agak mereda.

Pada paratipus – jenis tipus yang lebih ringan – mungkin sesekali mengalami buang-buang air . Jika diamati, lidah tampak berselaput putih susu, bagian tepinya merah terang. Bibir kering, dan kondisi fisik tampak lemah, serta nyata tampak sakit. Jika sudah lanjut, mungkin muncul gejala kuning, sebab pada tipus organ hati bisa membengkak seperti gejala hepatitis. Pada tipus limpa juga membengkak.

Kuman tipus tertelan lewat makanan atau minuman tercemar. Bisa jadi sumbernya dari pembawa kuman tanpa ia sendiri sakit tipus. Kuman bersarang di usus halus, lalu menggerogoti dinding usus. Usus luka, dan sewaktu-waktu tukak tipus bisa jebol, dan usus jadi bolong.

Ini komplikasi tipus yang paling ditakuti. Komplikasi tipus umumnya muncul pada minggu kedua demam. Yaitu jika mendadak suhu turun dan disangka sakitnya sudah menyembuh, namun denyut nadi meninggi, perut mulas melilit, dan pasien tampak sakit berat. Kondisi begini membutuhkan pertolongan gawat darurat, sebab isi usus yang tumpah ke rongga perut harus secepatnya dibersihkan. Untuk tahu benar kena tipus harus periksa darah. Setelah minggu pertama demam tanda positif tipus baru muncul di darah (Uji Widal).

Jika tes Widal negatif padahal pasien menunjukkan gejala tipus, tes perlu diulang sambil menunggu tes Gaal atau biakan kuman. Tanpa tes Widal diagnosis tipus tidak bisa ditegakkan hanya dari pemeriksaan fisik dan melihat gejalanya semata. Penyakit tipus mudah disembuhkan. Jika tak mempan obat konvensional golongan chloramphenicol, kini sudah ada beberapa generasi obat baru.

Haruskah Rawat Inap? Jika kondisi pasien tidak berat, dan penyakitnya masih awal, yaitu sudah didiagnosis sebelum demam lebih dari 3 minggu, umumnya masih bisa dirawat di rumah. Namun mesti diawasi jika mendadak suhuturun, nadi meninggi, dan perut mulas melilit. Makanan tak selalu harus lunak, asal jangan jenis yang merangsang. Waspadai jika buang air ada darahnya, tanda awal usus jebol, dan demamnya muncul lagi, dan kondisi pasien cepat menurun setelah sebelumnya tampak menyembuh. Tipus bisa kambuh. Tandanya, demam yang sama muncul lagi setelah mereda. Kemungkinan kuman tipusnya tersasar ke kandung empedu. Tipus begini biasanya lebih sukar disembuhkan. Sebagian dari kasus tipus menjadi pembawa kuman tipus.

Pembawa kuman ini berbahaya jika profesinya pramusaji atau orang yang kerjanya menyiapkan makanan dan minuman jajanan (food handler). Sekarang tipus bisa dicegah dengan imunitas tipus. Penyakit tipus di Indonesia masih banyak. Mereka yang punya risiko tertular, tidak salahnya ikut vaksinasi.

sumber : .:anakku:.

April 9, 2009 at 6:04 am 14 comments

Jika Anak Diare

Diare atau gastroenteritis akut adalah buang air besar lebih dari tiga kali dalam 24 jam, dan konsistensi tinja lebih lembek atau berair. Tapi ada juga lho orang yang punya kebiasaan sehari BAB sampai 4x, tapi tidak lembek/cair. Ini juga tidak termasuk diare.

Kedua, secara umum diare dibagi dua: diare akut dan diare kronik. Diare akut berlangsung di bawah 14 hari, sedangkan diare kronik lebih dari 14 hari. Ada juga istilah diare persisten, yang hampir mirip dengan diare kronik.

Ketiga, anak diare biasanya disertai mual-muntah. Ini adalah hal yang umum terjadi, dan tidak butuh penanganan khusus. Artinya tidak butuh obat mual-muntah. Saya jelaskan di bawah.

OK, yang kita bahas di sini adalah diare akut tanpa penyulit. Artinya bukan disentri (diare disertai darah), diare kronik/persisten, atau diare dengan dehidrasi berat (di sini saya tidak menjelaskan macam-macam kategori dehidrasi, bisa ditemui di banyak sumber di internet).

SATU HAL PENTING: diare sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh juga. Kok bisa? Ya, diare membuang semua virus dan bakteri yang mengganggu sistem pencernaan kita. Begitu juga dengan muntah. Makanya kalau penyakitnya belum keluar semua, kemudian diare di-STOP, atau muntah di-STOP, bisa-bisa si kuman muter-muter aja di saluran cerna, berkembang biak lebih banyak, dan bisa mengakibatkan penyakit bertambah berat. PRINSIPNYA: cegah dehidrasi.

Kalau anak diare, khususnya bayi dan balita, biasanya orangtua panik. Apalagi kalau disertai mual-muntah. Langsung deh pada hari itu, hari pertama-kedua diare, si anak dibawa ke dokter. Jreeenngg… apakah yang dokter berikan?

ORALIT! Yak, inilah obat utama dan andalan untuk semua diare. Jadi jangan lupa, kalau anak diare: minum ORALIT. Inipun tidak perlu pergi ke dokter, karena oralit bisa dibeli secara bebas. Prinsipnya adalah anak harus banyak minum dan makan, jika oralit belum/tidak tersedia. Minum apa saja boleh… termasuk susu. Lho, kok susu? Ya iya dong, kan diarenya bukan karena susu (intoleransi laktosa). Jadi nggak perlu susunya diganti susu LLM (low lactose milk).

Trus bagaimana dengan antibiotika? Pada anak, diare sebagian besar disebabkan oleh Rotavirus, yang akan sembuh dengan sendirinya, antara 2 sampai 7 hari. Jadi ya… didiamkan saja anaknya. Kok tega banget sih anak mencret-muntah didiamkan aja, nggak dikasih obat? Nggak dikasih antibiotika? Ya iya dong, dikasih antibiotika malah bisa memperparah diare. Berhubung tidak ada bakteri jahat yang harus dibunuh (kan akibat virus, bukan bakteri), jadinya si antibiotika membunuh bakteri baik. Makanya ada yang namanya antibiotic-associated-diarrhea.

Antibiotika hanya diberikan pada disentri, kolera dengan dehidrasi BERAT, dan penyakit lain seperti pneumonia.

Trus… kalau antidiare dan antimuntah? Hmmm…. saya tidak akan menyebut merek dagangnya. Tapi menyebut isinya saja (coba Ibu-ibu, Bapak-bapak, dilihat obat mencret-muntah anaknya isinya apa).

Ada yang istilahnya adsorben, macamnya: kaolin-pektin, attapulgite, smectite, karbon, dan kolestiramin. Obat-obat ini digunakan karena mampu mengikat dan menonaktifkan racun (toksin) bakteri atau bahan kimia lainnya yang menyebabkan diare, dan kemampuannya untuk “melindungi” mukosa usus halus. Penelitian tidak menunjukkan kegunaan obat jenis ini.

Obat antimuntah seperti chlorpromazine, metoclopramide, dan domperidone malah dapat menimbulkan efek mengantuk, gangguan keseimbangan, dan berinteraksi secara kimiawi dengan oralit. Muntah akan berhenti dengan sendirinya jika diare hilang.

Obat antimotilitas, misalnya: loperamide, hyoscine, dll diberikan untuk mengurangi gerakan usus, sehingga tinja tidak cair, dan diare mereda. Padahal ini dapat menyebabkan ileus paralitik (usus berhenti bergerak/berkontraksi sama sekali), dan berakibat mengancam nyawa (kematian). Penyakit pun tidak bisa dikeluarkan jika usus tidak mau mengeluarkan.

Ada beberapa obat lain yang saya dapati dalam survei yang saya lakukan: ada nifuroxazide (antibiotika), ini juga tidak perlu, dan ada juga antijamur. Padahal diare yang timbul akibat jamur hanya pada anak dengan gangguan sistem daya tahan tubuh (HIV/AIDS, lupus, kanker, terapi steroid jangka panjang).

Sudah cukup paham Bapak dan Ibu? Anak mencret dan muntah: jangan panik dulu, pikirkan penyebabnya (kebanyakan makan sambel kali…), amati anaknya: ada dehidrasi/tidak. Masih mau minum kan? Nggak terlalu lemes kan? Mau makan walau sedikit tapi sering kan? Masih ada pipisnya kan? Masih mau netek kan? Berarti sekedar diare akut. Delapan puluh persen akan sembuh sendiri.

sumber: The Treatment of Diarrhoea, a manual for physicians and other senior health workers, WHO 2005 posted by .:arifianto:.

April 9, 2009 at 5:53 am Leave a comment

SEPUTAR PENYAKIT MENULAR PADA ANAK

Cacar Air / Chicken pox

Waktu terekspos sampai kena penyakit 2 sampai kena penyakit 2 sampai 3 minggu

Gejala Sedikit demam,pilek,dan ruam yang dimulai sebagai bintik-bintik merah muda yang melepuh dan berkopeng.mungkin lebih parah bagi wanita hamil dan anak-anak baru lahir.

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Ya selama 5 hari setelah ruammulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan.imunisasi ini dianjurkan bagi orang diatas usia 12 yang tidak mempunyai kekebalan.

Konjungtivitis / Conjunctivitis

Waktu terekspos sampai kena penyakit 1-3 hari.

Gejala

Mata tersa kasar mengatakan,merah dan mungkin berair.Kelopak mata mungkin terlekat sewaktu bangun tidur.

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Mencuci tangan dengan teliti;tidak mengunakan handuk yang sama

Antibiotik mungkin diperlukan.

Radang lambung dan usus / Gastroenteritis

Waktu terekspos sampai kena penyakit

Tergantung penyebabnya:beberapa jam sampai beberapa hari.

Gejala

Kombinasi sering membuang hajat besar atau berak berak,muntah,demam,sakit kepala.

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Ya,sekurang kurangnya selama 24 jam setelah diare berhenti.

Bagaimana saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan secara teliti dengan sabun dan air setelah membuang hajat atau menyentuh lampin dan sebelum menyentuh makanan.

Rubela / German measles (Rubella)

Gejala

Seringkali gejala yang sederhana atau tiada gejala,demam sederhana pilek,kelenjar getah bening yang bengkak,ruam merah mudah selama waktu yang singkat.Dapat menyebabkan kecacatan lahir jika wanita hamil terkena infeksi.

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Ya,selama sekurang-kurangnya 4 hari setelah ruam muncul.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun.

Demam kelenjar /Glandular fever

Waktu terekspos sampai kena penyakit 4 sampai 6 minggu

Gejala

Demam,sakit kepala,sakit kerongkongan,kecapain,kelenjar getah bening yang bengkak.

Apakah anak-saya harus tetap di rumah ?

Tidak,kecuali jika sakit.

Bagaimana saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan dengan teliti.Jangan minum dan makan bersama,mengunakan alat makan yang sama dan berciuman

Penyakit tangan,kaki dan mulut/Head,foot and mouth disease

Waktu terekspos sampai kena penyakit 3 sampai 7 hari

Gejala

Penyakit yang sederhana,mungkin dengan demam,lepuh dibagian mulut,tangan dan kaki,dan mungkin di bagian lampin.

Apakah anak saya harus tetap dirumah

Ya,sampai lepuh telah kering.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan dengan teliti terutama setelah membersihkan hidung.mengunakan toilet atau mengantikan lampin.

Kutu/Head lice.

Waktu dari dihinggapi sampai telur menetas biasanya 5 sampai 7 hari.

Gejala

Kepala gatal,bintik-bintik putih pada pangkal rambut,mungkin ada kutu di kepala

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Tidak,asalakan sedang menjalani perawatan kutu.

Bagaimana saya dapat mencegah penularan ?

Keluarga,teman dan pelajar sekelas harus diperiksa dan dirawat kalau terkena kutu.

Hepatitis A/Hepatitis A

Waktu terekspos sampai kena penyakit

Kira-kira 2 sampai 6 minggu

Gejala

Seringkali tidak ada bagi anak kecil;demam tiba tiba,hilang nafsu makan,mual,muntah,penyakit kuning (kulit dan mata menjadi kuning),air penyakit kencing berwarna tua,berak pucat.

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Ya,selama 2 minggu setelah gejala pertama atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan dengan teliti,orang yang dekat mungkin harus menerima injeksi immunoglobulin;imunisasi dianjurkan bagi beberapa orang.

Impetigo/(School sores)

Waktu terekspos sampai kena penyakit 1 sampai 3 hari

Gejala

Bintik-bintik merah yang kecil menjadi lepuh yang berisi nanah dan berkeropeng;biasanya pada muka,tangan atau kepala.

Apakah anak saya harus tetap di rumah ?

Ya,sampai perawatan dimul.Bisul harus ditutup dengan pembalut yang kerap air.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan dengan teliti.

Influensa/Flu

Waktu terekspos sampai kena penyakit 1 sampai 3 hari

Gejala

Demam mendadak,pilek,sakit kerongkongan,batuk,sakit otot, dan kepala.

Apakah anak saya harus tetap di rumah ?

Ya,sehingga mereka berasa lebih baik.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Imunisasi dianjurkan bagi kaum lanjut usia atau orang yang mempunyai penyakit kronis

Campak/Measles

Waktu terekspos sampai kena penyakit:

Kira-kira 10 sampai 12 hari sehingga gejala pertama,dan 14 hari sehingga ruam muncul.

Gejala

Demam,kecapaian,pilek,batu dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 sampai 7 hari.

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Ya selama sekurang-kurangnya 4 hari setelah ruam muncul

Bagaimanakah saya harus dapat mencegah penularan ?

Imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun.Orang yang dekat dan tidak mempunyai kekebalan seharusnya tidak menghadiri sekolah atau bekerja selama 14 hari.

Penyakit meningokokus/Meningococcal disease

Waktu terekspos sampai kena penyakit 2 sampai 10 hari

Gejala

Demam mendadak dan kombinasi sakit kepala,leher pegal,mual,muntah,mengantuk dan ruam.

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Memperoleh bantuan medis dengan segera pasien akan memerlukan perawatan dirumah sakit.

Bagaimanakan saya mencegah penularan ?

Jangan minum minuman yang sama.Orang yang dekat harus bertemu dengan dokter dengan segera jika gejala muncul,dan mungkin perlu minum antibotik tertentu.

Beguk/Mumps

Waktu terekspos sampai kena penyakit 14 sampai 25 hari

Gejala

Demam,kelenjar yang bengkak dan sakit di bagian rahang.

Apakah anak saya harus tetap di rumah ?

Ya,selama 9 hari setelah bengkak timbul.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun.

Kurap/Ringworm

Waktu terekspos sampai kena penyakit

Berbeda-beda (mungkin beberapa hari)

Gejala

Bagian kecil yang kasar pada kulit dengan lingkaran merah muda sekeliling

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Ya,sampai hari perawatan telah mulai.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan dengan teliti

Kudis/Scabies

Waktu terekspos sampai kena penyakit

Infeksi baru : 2 sampai 6 minggu

Infeksi ulang : 1 sampai 4 hari

Gejala

Kulit gatal,lebuh parah pada waktu malam.Lebih parah dipergelangan tangan,ketiak,pantat,kunci paha dan setelah perawatan telah mulai.

Apakah anak saya harus tetap di rumah ?

Ya,sampai hari setelah perawatan telah mulai.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Orang yang dekat harus diperiksa apakah dihinggapi dan dirawat jikas perlu.Cucilah seprai,handuk dan pakaian yang dipakai pada 2 hari belakangan dengan air hangat detergen

Skarlatina/Scarlet fever

Waktu terekspos sampai kena penyakit

1 sampai 3 hari.

Gejala

Sakit kerongkongan,demam tinggi dan muntah diikuti dengan ruam dalam waktu 12 sampai 36 jam.

Apakah anak saya harus tetap di rumah ?

Ya,sampai sekurang-kurangnya 24 jam setelah perawatan telah mulai dan anak-anak lebih sehat.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan dengan teliti.Orang dekat yang sakit harus bertemu dengan dokter mereka.

Eritema infektiosum (Parvovirus B19)

Slapped cheek (Erythema infectiousum,fith disease,parvovirus B19)

Waktu terekspos sampai kena penyakit 1 sampai 2 minggu.

Gejala

Penyakit sederhana:demam,pipi merah,ruam,jala dan mungkin batuk,sakit kerongkongan atau pilek,Jika Anda hamil sewaktu anak Anda menderita penyakit ini segera berjumpalah dengan dokter Anda karena mungkin ada pengaruh terhadap bayi yang belum lahir.

Apakah anak saya harus tetap dirumah?

Tidak,penyakit ini paling berjangkit sebelum ruam muncul.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan dengan teliti:jangan minum bersama.

Batuk rejan (pertusis)/ Whooping cough (Pertussis)

Waktu terekspos sampai kena penyakit 7 sampai 20 hari.

Gejala

Mulai dengan pilek,diikuti dengan batuk terus menerus yang terputus-putus.Batuk mungkin diikuti dengan muntah dan bunyi yang keras sewaktu anak megap-megap.

Apakah anak saya harus tetap dirumah ?

Ya,sehingga anak telah minum antibiotik khusus selama 5 hari pertama.

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?Imunisasi pada usia 2,4,6,dan 18 bulan dan 4 tahun.Antibiotik khusus akan diberikan kepada pasien dan orang yang dekat.Orang dekat yang belum menerima imunisasi mungkin terkecuali dari pusat penjagaan anak sehingga mereka telah minum antibiotik khusus selama 5 hari pertama

Cacing/Worms

Waktu terekspos sampai kena penyakit beberapa minggu

Gejala

Pantat gatal

Apakah anak saya harus tetap di rumah?

Tidak

Bagaimanakah saya dapat mencegah penularan ?

Mencuci tangan dengan teliti.Semua orang di rumah harus durawat.Cucilah seprai,handuk,dan pakaian yang dipakai pada 2 hari belakangan dengan air hangat dan detergen.

April 8, 2009 at 6:36 am Leave a comment

Sekilas tentang Radang Tenggorokan

Penyakit ini kerap menyerang anak-anak. Dan ternyata, virus serta bakteri sama-sama jadi penyebabnya! Sebagai biang keladi radang tenggorokan, ternyata virus dan bakteri punya satu kesamaan. Keduanya sama-sama menyebabkan suhu badan si kecil meningkat, sampai lebih dari 38 ° C. Meski begitu, gejala-gejala yang menyertainya sangat berbeda.

Masalahnya, anak yang terlalu kecil biasanya belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya. Jadi, kitalah yang harus memperhatikan apakah ia mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau tidak. Dari sini, gejala-gejala lain umumnya akan ikut menyertai.

Menurut Ram Yogev, MD, dari Children’s Memorial Hospital, Chicago, Amerika Serikat, setiap tahunnya, jutaan anak mengunjungi dokter karena radang tenggorokan. Mayoritas radang tenggorokan terjadi akibat virus, bukan bakteri.

Sebagai catatan , penanganan radang tenggorokan akibat bakteri tetap harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi, yakni gangguan di bagian tubuh lain. Misalnya, di ginjal (nefritis), jantung (penyakit jantung rematik), dan sebagainya.

Tambahan info nich kalo bakteri yang jadi biang keladi radang tenggorokan, yakni Streptococcus grup A, biasanya tidak menyerang anak di bawah usia 3 tahun. Ini antara lain karena risiko mereka untuk terinfeksi bakteri lebih kecil ketimbang anak yang sudah sekolah.

Penanganan

1. Kalau penyebabnya virus, radang akan hilang sendiri, cukup tingkatkan daya tahan tubuh anak dengan cukup istirahat, minum banyak cairan (air putih atau jus buah), dan konsumsi makanan bergizi.
2. Kalau penyebabnya bakteri, biasanya si kecil akan diberi antibiotik (penisilin atau yang jenis yang lain)
3. Kalaupun anak demam, pemberian parasetamol/ asetaminofen/ ibuprofen diperbolehkan.
4. Bila sakit terus berlanjut hingga 5 hari dan kian memburuk disertai gejala lain yaitu Scarlet’s fever (ruam di perut, dada, dan tangan, serta kaki berwarna merah dengan permukaan kasar), segera bawa anak ke dokter.

Pencegahan

1. Gunakan masker terutama saat berkumpul dengan keluarga.
2. Tingkatkan frekuensi mencuci tangan, terutama sebelum memegang peralatan makan anak.

sumber: dokteranakku.com

April 6, 2009 at 2:39 am Leave a comment

FLU SERIUS PADA ANAK

Jangan anggap enteng apabila anda mengalami flu, bisa mungkin gejala yang anda derita termasuk dalam gejala serius. Jika ini yang tengah anda alami segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Berikut enam gejala flu serius yang perlu anda ketahui:

1. Sulit bernapas dan dada terasa sakit

Selain hidung tersumbat dan otot umumnya terasa sakit, demam atau flu tidak seharusnya membuat anda kesulitan bernapas dan sakit pada dada. Jika ini yang anda rasakan, ini mungkin bukan hanya sekedar gejala flu. Bisa mungkin penyakit lain seperti penyakit jantung, asma, pneumonia atau yang lainnya. Karena itu segera hubungin dokter.
2. Demam yang tak kunjung reda

Jika anda mengalami demam yang terus menerus bisa mungkin ini gejala infeksi tambahan dalam tubuh yang seharusnya segera mendapatkan perawatan.
3. Muntah dan tidak dapat menahan dehidrasi

Dalam keadaan flu berat, tubuh membutuhkan cairan untuk terhindar dehidrasi. Jika anda sulit menjaganya, sebaiknya langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan cairan melalui infus.
4. Menelan terasa sakit

Ini gejala flu yang sebenarnya tidak biasa. Walaupun sedikit ketidaknyaman ini terjadi ketika anda menelan dapat berasal dari sakit tenggorokan, rasa sakit yang lebih mungkin gejala infeksi atau sakit lain yang perlu mendapatkan perawatan dokter.
5. Batuk yang sulit hilang

Batuk yang tidak mau pergi biasa hanya diakibatkan oleh kering paska sakit tenggorokan yang cukup diobtai dnegan antihistamin. Tetapi apabila batuk anda bertahan selam alebih dari 2 sampai 3 minggu, periksakan ke dokter bisa mungkin terjadi infeksi.
6. Tersumbat yang terus menerus dan sakit kepala

Demam dan alergi dapat menyebangkan tersumbat dan penyumbatan pada sinus dapat memicu infeksi sinus. Jika anda mengalami hal ini, jangan lakukan pengobatan biasa, pergilah ke dokter untuk penyembuhan dengan antibiotik.

sumber : http://www.balita-anda.com

February 13, 2009 at 1:06 am Leave a comment

BILA ANAK DEMAM

Anak demam sudah biasa… tapi bisa terus berlanjut apalagi plus kejang wahh pasti ibu panik juga kan….
PENYEBAB DEMAM
Demam sebenarnya bukanlah penyakit, (more…)

January 13, 2009 at 10:03 am Leave a comment


Cara Aman Memasak dengan Gas


Blog Ayahnya Anak2

July 2014
M T W T F S S
« Oct    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 50 other followers