Posts filed under ‘KELAHIRAN’

[VIDEO] Proses Melahirkan Normal

Ibu-Ibu atau calon ibu yang barangkali belum pernah membayangkan bagaimana itu melahirkan, ini coba saya sertakan video tentang melahirkan.

coba liat animasi persalinan normal ini:

nahh, ini proses persalinan aslinya:

**mohon maaf bagi yang tidak berkenan melihat video ini…

saya juga punya kutipan cerita menyentuh hati yang saya persembahkan untuk ibu2 dan calon ibu di seluruh dunia

[CERITA MENYENTUH HATI] Ibu, Maafkan Aku…!!!

Posted by ekojuli in Touching Story.

bunda

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.

Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.

Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”

” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.

Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.

“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…

ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”

“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata

“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb.

“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”

Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.

Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

May 13, 2009 at 4:47 pm 107 comments

TIPS MEMANDIKAN BAYI

Memandikan bayi memiliki tantangan tersendiri bagi para orang tua terutama bila mereka baru pertama kali mempunyai seorang bayi. Tidak sedikit dari mereka yang tidak mengetahui bagaimana cara memandikan bayi yang benar sehingga mereka menyerahkan semua urusan memandikan bayi kepada pengasuh bayi atau neneknya. Padahal saat mandi merupakan saat yang tepat untuk mencurahkan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

Secara garis besar bayi dapat kita kelompokan menjadi 2 bila dihubungkan dengan kegiatan mandi. Ada bayi yang sangat menyukai air sehingga mereka akan sangat senang bahkan tertawa bila dicelupkan ke dalam air, adapula bayi yang menangis dan meronta bila disentuh oleh air. Masuk ke dalam kelompok manakah bayi anda?

Berikut beberapa tips memandikan bayi yang aman bagi bayi dan anda sebagai orang tua.

Bicaralah pada anak anda saat mandi. Kebanyakan orang tua cemberut atau bahkan mengeluarkan tampang masam saat memandikan bayi mereka. Cobalah untuk berbicara atau ngobrol dengan bayi anda walaupun anda tahu bahwa sang bayi tidak akan mengerti apa yang anda ucapkan. Bayi akan merasa aman dan senang bila saat mandi ia tahu anda mencurahkan perhatian padanya. Tidak perlu kalimat kalimat yang berat dan teriak teriak, cukup bicara dengan kalimat sederhana dan lembut.

Walaupun anda bukan seorang penyanyi, cobalah untuk menyanyi saat memandikan bayi. Anak anak sangat menyukai musik khususnya yang berirama riang gembira. Pada gilirannya mereka juga akan menyukai prosesi mandi sebagaimana mereka menyukai lagu yang anda nyanyikan saat memandikan mereka.

Tidak ada salahnya memberikan bayi anda mainan saat mandi. Mainan yang mengapung seperti bebek atau boneka plastik akan menarik perhatian mereka. Dengan bermain diharapkan mereka akan lebih betah berada di bak mandi.

Gunakan bak mandi yang khusus dan aman untuk bayi. Selalulah memegang sang bayi secara hati hati. Ingat bahwa bayi akan licin saat basah jadi anda harus kuat memegangnya tetapi tetap dengan kelembutan. Bila diperlukan, ajaklah seseorang untuk membantu anda memandikan bayi anda terutama bila ia merupakan bayi yang lincah. Alangkah bagusnya bila bak mandi ditempatkan pada alas yang lunak sehingga bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bayi anda tidak mengalami trauma yang berat.

Mandikan bayi anda pada air yang hangat dan bukan air panas. Atur suhu air berkisar antara 48,9 derajat celsius. Air yang terlalu panas akan membakar kulit bayi anda sebaliknya bila terlalu dingin akan menakutkan mereka.

Sangat penting untuk menanamkan pengertian bahwa mandi sangat bagus untuk kebersihan dan kesehatan kepada bayi atau anak anda. Pandangan yang bagus tentang mandi dan kebiasaan mandi yang bagus akan menghasilkan kesehatan yang bagus pula.

April 28, 2009 at 6:58 am 1 comment

Faktor Penyebab Kelahiran Sungsang

Anak-anak yang pada masa usia mulai nol hingga lima tahun harus mendapatkan nutrisi sesuai dengan kebutuhannya, karena kurangnya salah satu unsur saja akan membuat pertumbuhan mereka terganggu.

Salah satu unsur itu misalnya zat besi. Apabila anak-anak menerima asupan makanan dengan tingkat kandungan zat besi yang rendah maka berakibat terjadinya defisiensi pada otak (berkurangnya kemampuan kerja otak), walaupun mereka memperoleh penanganan medis sejak awal, demikian dilaporkan oleh para peneliti Amerika.

Hasil penelitian terhadap 185 remaja Costa Rica menunjukkan bahwa mereka yang pada masa usia balita mengalami kekurangan zat besi pada nutrisinya semasa lima tahun pertama dalam kehidupan mereka, tak pernah lulus tes daya ingat dan daya kemampuan belajar, dan semakin besar kekurangan zat besi pada nutrisi yang diperolehnya pada usia hingga lima tahun maka semakin buruk pula kondisinya bersamaan dengan bertambahnya umur mereka.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pediatri dan Remaja memperlihatkan betapa pentingnya nutrisi pada usia awal sejak bayi hingga lima tahun, demikian para peneliti melaporkan.

“Apabila dampak langsung dan tak langsung dari kekurangan unsur zat besi yang mengakibatkan terganggunya atau tertundanya perkembangan dasar otak maka dapat terjadi efek ‘bola salju’ (semakin lama semakin parah),” kata Dr. Betsy Lozoff dari the University of Michigan di Ann Arbor, yang memimpin penelitian.

Lozoff dan rekan-rekannya yang didanai oleh Lembaga Kesehatan Negara (AS) mempelajari 185 anak sejak berusia satu tahun.

Anak-anak tersebut diperiksa pada kunjungan pertama mereka untuk mengetahui seberapa besar kekurangan zat besi yang mereka derita dan diberikan tes kognitif (kemampuan berpikir) secara berkala sesuai dengan usia mereka untuk mengetahui kemampuan mereka dalam hal belajar, berpikir dan mengingat.

Balita yang menerima nutrisi dengan kandungan unsur zat besi dengan tingkat yang rendah diberikan asupan makanan tambahan namun kadar besi tersebut tak dapat membuat kemampuan daya otak mereka ketingkat normal bahkan pada bayi-bayi yang didiagnosa anemia (kasus kekurangan zat besi yang sering terjadi)

Para peneliti kemudian membandingkan 53 bayi dengan defisiensi (kekurangan) zat besi kronis dengan 132 bayi-bayi normal.

Diantara anak-anak balita yang berasal dari keluarga dengan strata sosial menengah perbedaan kemampuan kognitifnya tidaklah tajam mulai dari masa bayi hingga mencapai usia remaja.

“Namun pada anak-anak balita dari keluarga dengan tingkat sosial rendah terlihat meningkatnya perbedaan ketidak-mampuan kognitif mereka seiring dengan pertambahan usia mulai dari angka 10 pada usia balita dan menjadi angka 25 pada usia 19 tahun, demikian dilaporkan peneliti dari Universitas Michigan tersebut.

Seperlima dari dua puluh lima persen anak di dunia menderita defisiensi zat besi dalam kasus anemia yaitu kondisi dimana kurangnya zat besi yang menimbulkan masalah dengan sel darah mereka.

Hasil penelitian yang kedua yang juga dimuat pada jurnal yang sama menemukan bahwa anak-anak yang minum susu formula dari botol setelah usia satu tahun cenderung untuk mengalami defisiensi zat besi dibandingkan dengan anak-anak yang juga minum susu formula dengan usia sama namun minum dari gelas.

Dr. Trenna Sutcliffe beserta rekan-rekannya dari the University of Toronto memantau dan mengetes sebanyak 150 anak-anak yang sehat dengan kisaran usia 12 hingga 38 bulan yang minum susu formula.

Mereka menemukan 37 persen anak-anak yang minum susu formula dari botol dan 18 persen yang minum susu sapi dari gelas, tingkat zat besi dalam nutrisi mereka sedikit agak rendah dari yang dibutuhkan.

“Botol susu tersebut agaknya menjadi alat yang menyebabkan konsumsi susu formula yang berlebihan sehingga anak-anak yang sudah kenyang akan asupan susu formula akan menolak untuk makan makanan lainnya yang mempunyai kandungan zat besi yang tinggi,” demikian seperti dilaporkan para peneliti.

sumber: .: keluargasehat:.

April 14, 2009 at 6:47 am 1 comment

MERAWAT BAYI PREMATURE

Satu dari 18 bayi terlahir prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan ibu kurang dari 36 minggu. Semua bayi prematur membutuhkan perawatan khusus, tetapi tidak semuanya perlu dirawat di ruang rawat intensif.

Kekuatan / tonus otot bayi prematur masih lemah dan ia tidak banyak bergerak. Mereka juga lebih mudah kekurangan kalsium dan zat besi, juga kadar gula darah yang lebih mudah turun. Kulitnya masih sangat merah dan keriput, kepalanya relatif lebih besar dibanding tubuhnya, tulang kepalanya teraba lunak, dan mereka lebih mudah menjadi kuning dan jika hal ini terjadi, dan bayi menjadi malas minum, segera bawa ke dokter. Memang sedih melihat tubuhnya yang begitu ringkih, tapi ibu tak perlu khawatir karena saat ini perawatan bayi prematur sudah amat modern.

Memberi nutrisi untuk si mungil

Bayi prematur perlu diberi susu lebih sering dibanding bayi cukup bulan karena mereka membakar kalori lebih cepat. Makin mungil tubuhnya, makin sering nutrisi perlu diberikan. Umumnya refleks hisap dan menelan sudah cukup baik pada bayi prematur dengan masa kehamilan > 34 minggu (berat lahir > 2000 gram), sehingga bayi dapat dicoba langsung menyusu pada ibunya. Telah dibuktikan bahwa bayi prematur lebih cepat belajar menetek dibanding minum dari botol. Bila refleks mengisap bayi sudah muncul, ia dapat langsung menetek pada ibu. Bila belum, susu diberikan dengan sendok khusus. Bila bayi belum ada refleks menelan atau amat lemah hingga tak bisa menelan, susu diberikan langsung ke saluran cernanya lewat selang. Untuk bayi yang sangat prematur atau sakit, nutrisi bisa diberikan lewat infus langsung ke pembuluh darah. Bayi prematur, disesuaikan dengan berat badannya, akan mendapatkan nutrisi secara bertahap tergantung kondisinya. Bila ia lahir amat kecil, bayi mendapat nutrisi bertahap mulai dari selang infus hingga akhirnya bisa menetek pada ibu. Agar ASI tersedia, ibu harus diajarkan cara memompa atau memerah ASI secara teratur dan yang paling penting adalah ibu tidak boleh stress, cukup istirahat dan makan. Ibu yang stress oleh karena bayi dipisahkan dari ibunya /dirawat di RS, dapat menghambat produksi ASI.
Mewaspadai gangguan pernapasan bagi si mungil

Apnea

Bayi prematur seringkali berhenti bernapas beberapa saat, disebut apnea. Apne sering ditemukan, terutama bila umur masa kehamilan di bawah 34 minggu. Oleh karena itu alat pantau sebaiknya dipasang sampai umur masa kehamilan mendekati 34 minggu.

Kebanyakan bayi bernapas kembali cukup dengan stimulasi seperti tepukan lembut di kakinya.

Sindroma Gawat Napas / Respiratory distress syndrome (RDS)

Bayi-bayi yang sangat kecil (lahir di bawah usia kehamilan 28 minggu) belum cukup memiliki surfaktan, suatu zat penting untuk menjaga paru-paru agar tidak menguncup. Paru-paru yang menguncup/kolaps tak bisa menangkap oksigen yang diperlukan untuk tubuh. Kondisi kekurangan surfaktan ini bisa menyebabkan penyakit membran hialin atau respiratory distress syndrome. Selama pernapasan bayi prematur belum normal, bayi akan mendapatkan bantuan oksigen, artinya bayi akan dirawat di tempat khusus yaitu Neonatal Intensive Care Unit (NICU)

SUMBER: .:bibilung:.

April 14, 2009 at 3:31 am 7 comments

Segala Hal tentang Bayi Kuning (Jaundice)

Bayi Kuning (Jaundice) adalah warna kekuningan yang didapatkan pada kulit dan lapisan mukosa (seperti bagian putih mata) sebagian bayi baru lahir. Dalam bahasa Indonesia hal ini lebih sering disebut sebagai ‘bayi kuning’ saja. Istilah lain yang kadang digunakan adalah ikterik. Hal ini dapat terjadi pada bayi dengan warna kulit apapun.

Bagaimana jaundice terjadi?
(more…)

April 6, 2009 at 3:54 am 6 comments

Sekilas Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Kapan seorang bayi dikatakan bayi berat lahir rendah (BBLR)?
Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain.
Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.

Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain. Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.

Sebanyak 25% bayi baru lahir dengan BBLR meninggal dan 50% meninggal saat bayi.
Mengapa? BBLR rentan terhadap kekurangan nutrisi, infeksi, dan keterlambatan perkembangan saraf.
Ada 2 tipe BBLR

1. Prematur yaitu bayi yang lahir lebih awal dari waktunya (kehamilan < 37 minggu)
2. Bayi kecil masa kehamilan (KMK) yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi memiliki berat badan kurang
Apa penyebab BBLR?

Sesuai dengan tipenya, BBLR tipe KMK disebabkan oleh :
 Ibu hamil yang kekurangan nutrisi
 Ibu memiliki hipertensi, preeklamsi, atau anemia
 Kehamilan kembar, kehamilan lewat waktu
 Malaria kronik, penyakit kronik
 Ibu hamil merokok

Sedangkan BBLR tipe prematur disebabkan oleh
 Berat badan ibu yang rendah, ibu hamil yang masih remaja, kehamilan kembar
 Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya,
 Cervical imcompetence (mulut rahim yang lemah hingga tak mampu menahan berat bayi dalam rahim)
 Perdarahan sebelum atau saat persalinan (antepartum hemorrhage)
 Ibu hamil yang sedang sakit
 Kebanyakan tidak diketahui penyebabnya.
Bilamana BBLR perlu dirawat di rumah sakit?

 berat badannya kurang dari 1800 gram
 usia kehamilan kurang dari 34 minggu
 sulit minum
 sakit
Permasalahan Bayi Prematur

Risiko yang dapat Terjadi
1. Jangka Pendek

* Hipotermia. Hipotermia (suhu bayi 37,5°C) dapat meningkatkan metabolisme, dan menyebabkan dehidrasi.
* Hipoglikemia (Kadar Gula darah kurang dari normal)
* Paru belum berkembang (bayi menjadi sesak napas)
* Gangguan Pencernaan (mudah kembung karena fungsi usus belum cukup baik)
* Mudah terkena infeksi (Sistem imunitas bayi belum matang)
* Anemia (bayi kelihatan pucat oleh karena kadar hemoglobin darah rendah)
* Mudah kuning
* Perdarahan otak
* Gangguan jantung

2. Jangka panjang

* Gangguan pertumbuhan
* Gangguan perkembangan
* Gangguan penglihatan (retinopati akibat prematur)
* Gangguan pendengaran
* Penyakit paru kronik

Semakin muda usia kehamilan semakin besar risiko jangka pendek dan jangka panjang tersebut terjadi.
Perawatan bayi prematur di rumah
1. Utamakan pemberian ASI

ASI mempunyai keuntungan yaitu kadar protein tinggi, laktalbumin, zat kekebalan tubuh, lipase dan asam lemak esensial, laktosa, dan oligosakarida. ASI mempunyai faktor pertumbuhan usus, oligosakarida untuk memacu motilitas usus, dan perlindungan terhadap penyakit. Dari segi psikologik ASI meningkatkan ikatan antara ibu dan anak.
Formula standar untuk BBLR menyerupai ASI tetapi kekurangan antibodi dan faktor pertumbuhan. Formula prematur mempunyai kandungan kalori, protein, dan mineral yang lebih tinggi dibanding formula untuk bayi cukup bulan.
Bayi kecil juga rentan kekurangan nutrisi, fungsi organnya belum matang, kebutuhan nutrisinya besar, dan mudah sakit hingga pemberian nutrisi yang tepat penting untuk tumbuh kembang optimal.
2. Hindarkan suhu tubuh yang rendah (hipotermia) dengan cara:

* Metode Kangguru. Metode yang tepat dalam merawat BBLR, yakni dengan kangaroo mother care atau metode kanguru. Metode kanguru adalah perawatan bayi baru lahir seperti bayi kanguru dalam kantung ibunya. Caranya: Bayi diletakkan dalam dekapan ibu dengan kulit menyentuh kulit, posisi bayi tegak, kepala miring ke kiri atau ke kanan. Keunggulan metode ini: bayi mendapatkan sumber panas alami (36-37o C) terus menerus langsung dari kulit ibu, mendapatkan kehangatan udara dalam kantung/baju ibu, serta ASI menjadi lancar. Dekapan Anda adalah energi bagi si kecil. Pada bayi berat badan lahir sangat rendah (kurang dari 1000 g) metode kanguru ditunda sampai usia 2 minggu, atau sampai keadaan si bayi stabil. Kriteria bayi kecil yang dapat menggunakan metode ini:
o Bayi sehat
o Berat lahir antara 1500-2500 g,
o Suhu tubuh stabil (36,5 – 37,5o C),
o Bayi dapat menetek,
o Grafik berat badan cenderung naik.
* Bayi dibungkus kain hangat dan kepalanya diberi topi.
* Bayi kecil atau bayi sakit diletakkan di ruang hangat (tidak kurang dari 25o C).
* Pastikan tangan selalu hangat saat memegang bayi.
* Bila popok atau kain basah, harus selalu diganti.

3. Hindarkan kontak terhadap orang/lingkungan yang berisiko tinggi
4. Cuci tangan sebelum memegang bayi
5. Pakailah masker bila kondisi badan sakit sebelum memegang bayi
6. Lakukan pemijatan bayi secara rutin (tanyakan dokter tentang caranya)
7. Hubungi dokter atau bawa ke rumah sakit bila terdapat tanda kurang baik, misalnya: bayi malas minum, napas cepat, badan panas, bertambah kuning, dan bila ada kejang

source: http://www.anakku.net

March 5, 2009 at 3:40 am 4 comments

Sekilas Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Kapan seorang bayi dikatakan bayi berat lahir rendah (BBLR)?
Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain.
Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.

Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain. Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.

Sebanyak 25% bayi baru lahir dengan BBLR meninggal dan 50% meninggal saat bayi.
Mengapa? BBLR rentan terhadap kekurangan nutrisi, infeksi, dan keterlambatan perkembangan saraf.
Ada 2 tipe BBLR

1. Prematur yaitu bayi yang lahir lebih awal dari waktunya (kehamilan < 37 minggu)
2. Bayi kecil masa kehamilan (KMK) yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi memiliki berat badan kurang
Apa penyebab BBLR?

Sesuai dengan tipenya, BBLR tipe KMK disebabkan oleh :
 Ibu hamil yang kekurangan nutrisi
 Ibu memiliki hipertensi, preeklamsi, atau anemia
 Kehamilan kembar, kehamilan lewat waktu
 Malaria kronik, penyakit kronik
 Ibu hamil merokok

Sedangkan BBLR tipe prematur disebabkan oleh
 Berat badan ibu yang rendah, ibu hamil yang masih remaja, kehamilan kembar
 Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya,
 Cervical imcompetence (mulut rahim yang lemah hingga tak mampu menahan berat bayi dalam rahim)
 Perdarahan sebelum atau saat persalinan (antepartum hemorrhage)
 Ibu hamil yang sedang sakit
 Kebanyakan tidak diketahui penyebabnya.
Bilamana BBLR perlu dirawat di rumah sakit?

 berat badannya kurang dari 1800 gram
 usia kehamilan kurang dari 34 minggu
 sulit minum
 sakit
Permasalahan Bayi Prematur

Risiko yang dapat Terjadi
1. Jangka Pendek

* Hipotermia. Hipotermia (suhu bayi 37,5°C) dapat meningkatkan metabolisme, dan menyebabkan dehidrasi.
* Hipoglikemia (Kadar Gula darah kurang dari normal)
* Paru belum berkembang (bayi menjadi sesak napas)
* Gangguan Pencernaan (mudah kembung karena fungsi usus belum cukup baik)
* Mudah terkena infeksi (Sistem imunitas bayi belum matang)
* Anemia (bayi kelihatan pucat oleh karena kadar hemoglobin darah rendah)
* Mudah kuning
* Perdarahan otak
* Gangguan jantung

2. Jangka panjang

* Gangguan pertumbuhan
* Gangguan perkembangan
* Gangguan penglihatan (retinopati akibat prematur)
* Gangguan pendengaran
* Penyakit paru kronik

Semakin muda usia kehamilan semakin besar risiko jangka pendek dan jangka panjang tersebut terjadi.
Perawatan bayi prematur di rumah
1. Utamakan pemberian ASI

ASI mempunyai keuntungan yaitu kadar protein tinggi, laktalbumin, zat kekebalan tubuh, lipase dan asam lemak esensial, laktosa, dan oligosakarida. ASI mempunyai faktor pertumbuhan usus, oligosakarida untuk memacu motilitas usus, dan perlindungan terhadap penyakit. Dari segi psikologik ASI meningkatkan ikatan antara ibu dan anak.
Formula standar untuk BBLR menyerupai ASI tetapi kekurangan antibodi dan faktor pertumbuhan. Formula prematur mempunyai kandungan kalori, protein, dan mineral yang lebih tinggi dibanding formula untuk bayi cukup bulan.
Bayi kecil juga rentan kekurangan nutrisi, fungsi organnya belum matang, kebutuhan nutrisinya besar, dan mudah sakit hingga pemberian nutrisi yang tepat penting untuk tumbuh kembang optimal.
2. Hindarkan suhu tubuh yang rendah (hipotermia) dengan cara:

* Metode Kangguru. Metode yang tepat dalam merawat BBLR, yakni dengan kangaroo mother care atau metode kanguru. Metode kanguru adalah perawatan bayi baru lahir seperti bayi kanguru dalam kantung ibunya. Caranya: Bayi diletakkan dalam dekapan ibu dengan kulit menyentuh kulit, posisi bayi tegak, kepala miring ke kiri atau ke kanan. Keunggulan metode ini: bayi mendapatkan sumber panas alami (36-37o C) terus menerus langsung dari kulit ibu, mendapatkan kehangatan udara dalam kantung/baju ibu, serta ASI menjadi lancar. Dekapan Anda adalah energi bagi si kecil. Pada bayi berat badan lahir sangat rendah (kurang dari 1000 g) metode kanguru ditunda sampai usia 2 minggu, atau sampai keadaan si bayi stabil. Kriteria bayi kecil yang dapat menggunakan metode ini:
o Bayi sehat
o Berat lahir antara 1500-2500 g,
o Suhu tubuh stabil (36,5 – 37,5o C),
o Bayi dapat menetek,
o Grafik berat badan cenderung naik.
* Bayi dibungkus kain hangat dan kepalanya diberi topi.
* Bayi kecil atau bayi sakit diletakkan di ruang hangat (tidak kurang dari 25o C).
* Pastikan tangan selalu hangat saat memegang bayi.
* Bila popok atau kain basah, harus selalu diganti.

3. Hindarkan kontak terhadap orang/lingkungan yang berisiko tinggi
4. Cuci tangan sebelum memegang bayi
5. Pakailah masker bila kondisi badan sakit sebelum memegang bayi
6. Lakukan pemijatan bayi secara rutin (tanyakan dokter tentang caranya)
7. Hubungi dokter atau bawa ke rumah sakit bila terdapat tanda kurang baik, misalnya: bayi malas minum, napas cepat, badan panas, bertambah kuning, dan bila ada kejang

source: http://www.anakku.net

March 5, 2009 at 3:23 am Leave a comment


Cara Aman Memasak dengan Gas


Blog Ayahnya Anak2

July 2014
M T W T F S S
« Oct    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 50 other followers