[BLIGHTED OVUM] Kehamilan Kosong

Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada bayi di dalam kandungan. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.

Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Namun akibat berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun demikian plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim. Plasenta menghasilkan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon HCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, ngidam dan menyebabkan tes kehamilan menjadi positif. Karena tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium pada umumnya mengukur kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) yang sering disebut juga sebagai hormon kehamilan.

Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum. Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat kehamilan memasuki usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin.

Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan. Selain blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus.

Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.

Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan.

Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan pola hidup sehat.

Read more: http://doktersehat.com/2008/07/28/84/#ixzz0yGnLhY5V

September 1, 2010 at 9:50 am 5 comments

Kenaikan Berat Badan Selama Hamil

Note that everywoman has different shape and look of shape. Ada yang bakatnya hamil mungil, sampe melahirkan orang ga tau kalo dia hamil. Bayinya oke2 saja. Ada yang baru hamil 3 bulan, mau nyimpen surprise keburu ditanya orang. Eh, ga hamil dikira hamil, hehehe…
Bb dan tingginya sama, tapi kok penampakannya lain?

Yang harus dilakukan adalah:
Mengukur BMI (Body Mass Index) untuk mengetahui apakah kita over atau underweight. Caranya: bb dibagi tb2, satuannya dalam metriks (kg/m2). Bisa juga mengukur % lemak, pake alat lebih canggih oleh ahlinya. Normal % lemak buat perempuan adalah 22-25%. Penghitungan lain lagi bagi mereka yang punya ‘tulang gede’

Kemudian bandingkan dengan tabel kenaikan bb untuk hamil:
BMI Klas Total naik trimester 1 trimester 2/3

obesitas 15-20 lbs 1 lb/m 0.5 lb/w
hamil kembar – 35-40 lbs – –

Pada kasusku, bb awal: 116.5lb, tinggi 5.03″. BMI=4.6, klas=underweight. Seharusnya total naik bb: 35-40. Pada bulan 5.5 sudah naik 32lbs, waw… hihihi… mefet banget ya…

Kenapa harus diketahui? Apa sih efeknya? Paling utama berpengaruh adalah pada kondisi sebelum kehamilan. Hubungannya sih dengan fertility. Perempuan yang under-overweightnya extrim, cenderung gak vertil. Banyak penjelasannya.

Dalam kehamilan, usahakan agar:
Keep on track. BB naik seperlunya. Kenapa? Ya kan kita hamil, ada bayi yang berkembang ditubuh kita, masa bb kita ga naik.
Kebanyakan naik bb ketika hamil bisa berakibat gestational diabet dan preeclampsia, m/c dan birth deffect. Jangan diet ketika hamil, bisa menyebabkan hormon tidak stabil. Syerem ya? Iya, yang syerem2 harus diketahui agar kita waspada. Tanggung jawab orang hamil gede ya😉
Kebanyakan naik bb ketika hamil, berpotensi obesitas beberapa tahun sesudahnya.

Namun… namun yaaa… Kalo semuanya sudah normal. Pola makan teratur dan rapi, kita juga ga lupa exercise, trus kok masih gitu aja sih, tetep aja bb ga naik2 atau bbnya naik banyak. Kembalikan pada diri kita sendiri:
– Do we feel fine? Kalo kita merasa nyaman, ya oke2 saja.
– Talk to doctor. Makanya kita harus check-up rutin. Dia ahlinya dan bisa membaca data kita secara ilmiah. Once s/he said you both fine, so it’s fine. Kadang ada juga sih dokternya kalo ngomong nyebelin, kadang juga mereka nakut2in ‘jangan begini, ntar begitu, harus begini, biar begitu’. Tapi tetep pasti keluar kata2: ‘normal/baik2 saja’, itu yang kita pegang.

Sesimple itu kah? Ga. Masih ada faktor lain yang ga kalah penting, hihihi…
Komentar orang lain, pertanyaan, tanggapan, tatapan ‘kekaguman’ atau bahkah memelas ;)) Wajar ya. Katanya orang hamil itu sensi habis, pengaruh hormon. Sementara urusan bb itu, jangan kata yang hamil, yang ga hamil aja suka tengsin kalo dikomentari penampakannya.

Kasian ya, kecil amat, bayinya kurang makan ntar
Gede amaaaat… Yakin ga kembar? Gimana ntar 9 bulannya?
Bbnya ga bole berkurang loh
Bbnya ga bole kebanyakan naik loh

Sometime people doesn’t know how rude they words for our moment. Stranger, beloved husband, parents, closefriend, or even another pregnant women. They could do that. Bikin bingung, panik, dan empet juga kadang ya.

Lha terus aku sendiri? Waktu hamil pertama, emang gede banget. Padahal susah makan, tapi emang ga bisa gerak banyak gara2 lower back pain itu. Kaki bengkak segede bayi gajah. Muka tembem. Wah payah. Tapi test ini test itu, dokter berkesimpulan aku baik2, ya udah mo gimana lagi.
Hamil kedua ini, baru 5 bulan udah kayak mo melahirkan, hihhi… Iya, banyak pertanyaan dan komentar juga. Minggu 26 udah naik 32 (seharusnya 20lbs saja). Huhu… andai hamil bisa size zero, hahaha…
But I am feel fine, happy, and healthy. Dokter juga bilang ga apa2. Malah dia the only one whi say as what I want to hear😀 : “iya lah, udah setengah jalan, tentu saja gede, bbnya ga masalah kok, cuman naik 8 lb” Cieee… hihihi…

Baru mau test diabet besok selasa, moga2 ga apa2.

Sumber: I am pregnant forum. Click aja untuk lebih jelas. Di situ kita juga bisa menghitung MBI kita.

*Hasil test diabet dan anemiaku menunjukan aku normal. Artinya kelebihan bbku tidak membahayakan.

sumber: keseharian

July 28, 2009 at 8:33 am 1 comment

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Selama Hamil

Hal- hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Masa Kehamilan :

* Makan 1-2 piring lebih banyak makanan bergizi dalam 1 hari- terlebih jika anda kurus, makan lebih banyak sayur dan buah, lauk- pauk – daging merah, ayam, telur, ikan, ercis dan kacang- kacangan setiap hari

* Periksa kehamilan secara teratur ke bidan atau petugas kesehatan lainnya.
* Minum suplemen zat besi dari bidan tiap hari untuk mencegah pendarahan pada saat melahirkan.
* Menerima suntikan TT 2 kali semasa kehamilan
* Menggunakan garam beryodium di makanan setiap hari untuk kesehatan janin.
* Tetap melakukan aktivitas sehari- hari dan berolahraga secara teratur, tapi jaga jangan terlalu capek.

Hal-hal Yang Harus dihindari Untuk Kesehatan Janin

* Bekerja terlalu keras dan tidak cukup istirahat.
* Minum obat sembarangan kecuali dengan resep dokter.
* Pijat perut.
* Berada di sekitar anak- anak penderita cacar atau cacar Jerman.
* Merokok
* Minum minuman beralkohol
* Bekerja dengan dan menghirup pestisida, herbisida atau bahan kimia lainnya.
* Makan terlalu sedikit dengan menu monoton; tidak ada makanan yang harus dihindari selama kehamilan.

Petunjuk Pertolongan Pertama Untuk mengatasi Masalah Ringan Selama Kehamilan
* Mual atau Muntah-Coba makan dengan porsi kecil tapi teratur walaupun tidak ada nafsu makan. Jika masih berlanjut, bidan mungkin bisa memberi obat.
* Panas atau Terbakar –di lambung atau rongga dada (asam lambung dan dada sesak) – Makan makanan dalam porsi kecil sampai habis dan banyak minum air.Bidan mungkin bisa memberi obat.
* Bengkak Kaki- Istirahat dengan kaki diangkat selama beberapa kali dalam sehari. Makan secara teratur dan kurangi makanan bergaram tiggi seperti mi instan. Jika kaki sangat bengkak, dikuti pembengkakan tangan dan wajah, segera pergi berobat.
* Sakit Punggung : Bisa diatasi melalui olahraga serta sikap duduk dan berdiri tegak.
* Terlalu kurus, pucat dan lemah : Makan lebih banyak beserta lauk pauk seperti ercis, kacang- kacangan, daging ayam, susu, telur, daging merah, ikan dan sayur warna hijau tua. Minum kapsul zat besi setiap hari.
* Sembelit :Minum banyak air- kurang lebih 6-8 gelas sehari. Makan banyak buah, sayuran, dan ubi. Banyak berolahraga

Tanda bahaya Masa Kehamilan

* Pendarahan : Berbaring diam dan panggil petugas kesehatan.Jika pendarahan terjadi di masa akhir kehamilan- setelah 6 bulan, segera pergi ke Rumah Sakit
* Anemia Akut: Merasa makin lemah, cepat capek, dan terlihat pucat; harus minta kapsul zat besi ke petugas kesehatan. Lebih baik melahirkan di Rumah Sakit karena resiko pendarahan tinggi.
* Bengkak kaki di tiga bulan terakhir kehamilan disertai gejala bengkak tangan, muka, pusing berkepanjangan, atau pengelihatannya menjadi terganggu ; bisa menjadi masalah serius-bisa jadi terkena toxemia atau keracunan kehamilan.Segera pergi ke petugas kesehatan. Jika memang menderita kehamilan toxemia, sangat penting untuk :

o Istirahat total di tempat tidur

o Makan diet sehat

o Jika tidak ada perubahan gejala , masih mengalami gangguan pengelihatan, bengkak wajah dan berbusa mulut (gejala epilepsy), segera pergi ke rumah sakit, atau mereka bisa meninggal.


Ingat ! – Keluarga sehat adalah keluarga berencana dengan jarak kelahiran normal- paling kurang 2 tahun di tiap jarak kelahiran.

sumber: bidanku

July 15, 2009 at 8:03 am 2 comments

Seputar Mengasuh Anak

Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya.

Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite (”Children Learn What They Live With”). Thanks Dorothy, it’s so inspiring…

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya

Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri
Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbisa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah

Semoga kita masih punya waktu untuk dapat memberikan yang terbaik bagi masa depan anak-anak terkasih kita…

July 15, 2009 at 7:53 am Leave a comment

Stimulasi Anak : 0 – 3 Tahun

Kapan dan bagaimana cara melakukan stimulasi dini ?

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur.

Bayi 0 – 3 bulan
Dengan cara mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan

Umur 3 – 6 bulan
Ditambah dengan bermain ΄cilukba΄, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.

Umur 6 – 9 bulan
Ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.

Umur 9 – 12 bulan
Ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Umur 12 – 18 bulan
Ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Umur 18 – 24 bulan
Ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.

Umur 2 – 3 tahun
Ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.

Setelah umur 3 tahun
Selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan secara profesional di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya, namun harus dilanjutkan terus di rumah (oleh pengasuh dan keluarga).

sumber: ibuanakbanget

July 15, 2009 at 7:45 am Leave a comment

[Waspada] Pembunuh Wanita No. 1 di Dunia

Di dunia, setiap 2 menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks, di Indonesia, setiap 1 jam (Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004). Sementara ketidaktahuan para wanita akan ancaman kanker serviks juga turut membantu banyaknya wanita yang meninggal akibat penyakit ini.

Menurut survei yang melibatkan 5.423 wanita Asia dan dilakukan pada 9 negara, termasuk Indonesia, terbukti hanya 2 persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim.

Dr. Laila Nuranna, dr, SpOG(K), Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri–Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia–RSCM mengatakan, masyarakat awam yang sering ia temui masih belum memahami perbedaan kanker pada leher rahim dan kanker rahim.

Perlu diketahui pula, bahwa setelah tes kanker pada leher rahim, belum tentu seseorang itu terbebas dari kista atau myom. Adapun perbedaan dari kanker leher rahim dan kanker badan rahim adalah;

Kanker Leher Rahim (serviks)

* Berada di bagian depan rahim
* Keluhan: Perdarahan, keputihan, nyeri panggul
* Bisa ditularkan pada mereka yang sudah aktif secara seksual
* Tidak berdasarkan keturunan, tapi karena virus HPV (Human Papilloma Virus)
* Bisa dideteksi dengan tes PAP (PAP Smear) dan tes IVA
* Vaksinasi HPV

Kanker Badan Rahim

* Keluhan: Perdarahan
* Biasanya terjadi pada wanita di atas usia menopause
* Bisa terjadi pada keturunan
* Dideteksi dengan USG
* Tak ada vaksinasi untuk mencegah penyakit ini

Dijelaskan lebih lanjut oleh Laila, terdapat sekitar 200 tipe HPV yang sudah teridentifikasi, dan terdapat 100 tipe HPV yang dapat menginfeksi manusia. Dari jumlah tersebut, 30 tipe HPV bertarget ke organ kelamin. Sebanyak 15 tipe tergolong onkogenik atau dapat menyebakan kanker serviks.

Seperti dilaporkan oleh Bosch, pada tahun 2002 ditemukan bahwa HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan kanker serviks sebanyak 70 persen. Tipe onkogenik lainnya yaitu tipe 45, 31, 33, 52, dan lain-lain. Tipe low-risk (yang tidak menyebabkan kanker dan hanya menyebabkan kutil kelamin yang jinak) adalah tipe 6, 11, 42,43, 44.

Adapun faktor-faktor risiko yang meningkatkan seorang wanita terkena kanker serviks adalah;

* Wanita yang menikah muda (di bawah 20 tahun)
* Memiliki partner seksual lebih dari satu
* Infeksi menular seksual
* Merokok
* Defisiensi vitamin A, C, dan E.

Namun, ini tak menutup kemungkinan penularan terjadi pada wanita yang melakukan hubungan seksual dengan satu pasangan saja, masih terdapat faktor-faktor lain yang bisa menularkan virus HPV. Antara lain jika kita duduk di toilet umum yang sebelumnya diduduki oleh penderita kanker serviks.

Oleh sebab itu, Dr. Laila menyatakan bahwa adalah lebih aman untuk buang air di toilet jongkok. Sementara pada pria, HPV bisa menyebabkan kanker mulut, kutil kelamin, kanker penis, dan dubur.

Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala, sehingga kebanyakan wanita tak akan menyadari dirinya sedang terinfeksi HPV. Adapun gejala kanker leher rahim adalah;

* Perdarahan pervaginaan (namun tak berarti seorang wanita yang mengalami perdarahan terkena kanker leher rahim)
* Keputihan bercampur darah dan berbau
* Nyeri panggul
* Tidak dapat buang air kecil

Maka adanya deteksi sejak dini amatlah penting. Jika kanker serviks ditemukan dalam tahap pra kanker, maka masih terdapat potensi untuk kesembuhan. Tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks adalah dengan melakukan tes Pap (mengambil lendir dari serviks untuk dites di laboratorium), tes HPV-DNA (tes biomolekuler), Kolposkopi (alat pemeriksaan berupa teropong), dan tes IVA (tes menggunakan asam asetat 3-5 persen, murah dan bisa dilakukan dengan tenaga kesehatan siapa pun yang terlatih).

Berdasarkan penelitian, terbukti bahwa vaksin yang menargetkan HPV tipe 16 dan 18 berpotensi mencegah lebih dari 70 persen kasus kanker serviks di dunia.

Diterangkannya, sesuai panduan perhimpunan dokter ahli onkologi Indonesia, vaksin HPV ditujukan untuk perempuan usia 10 tahun sampai dengan 55 tahun, dengan jadwal pemberian 3 dosis, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke-6. Saat ini harga vaksinasi berkisar antara Rp 600.000 ke atas.

HPV sangat mudah ditularkan. Penularannya tidak harus melalui hubungan seks melainkan dapat hanya melalui kontak kulit kelamin. Kondom memang dapat mengurangi risiko penularan HPV tetapi tidak memberikan perlindungan 100 persen terhadap infeksi HPV. Sehingga setiap perempuan tetap berisiko terkena infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
sumber: kompas.com

July 15, 2009 at 7:42 am 1 comment

free counters

May 19, 2009 at 6:42 am Leave a comment

Older Posts


Cara Aman Memasak dengan Gas


Blog Ayahnya Anak2

December 2016
M T W T F S S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives