Archive for March, 2009

Sekilas Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Kapan seorang bayi dikatakan bayi berat lahir rendah (BBLR)?
Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain.
Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.

Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain. Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.

Sebanyak 25% bayi baru lahir dengan BBLR meninggal dan 50% meninggal saat bayi.
Mengapa? BBLR rentan terhadap kekurangan nutrisi, infeksi, dan keterlambatan perkembangan saraf.
Ada 2 tipe BBLR

1. Prematur yaitu bayi yang lahir lebih awal dari waktunya (kehamilan < 37 minggu)
2. Bayi kecil masa kehamilan (KMK) yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi memiliki berat badan kurang
Apa penyebab BBLR?

Sesuai dengan tipenya, BBLR tipe KMK disebabkan oleh :
 Ibu hamil yang kekurangan nutrisi
 Ibu memiliki hipertensi, preeklamsi, atau anemia
 Kehamilan kembar, kehamilan lewat waktu
 Malaria kronik, penyakit kronik
 Ibu hamil merokok

Sedangkan BBLR tipe prematur disebabkan oleh
 Berat badan ibu yang rendah, ibu hamil yang masih remaja, kehamilan kembar
 Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya,
 Cervical imcompetence (mulut rahim yang lemah hingga tak mampu menahan berat bayi dalam rahim)
 Perdarahan sebelum atau saat persalinan (antepartum hemorrhage)
 Ibu hamil yang sedang sakit
 Kebanyakan tidak diketahui penyebabnya.
Bilamana BBLR perlu dirawat di rumah sakit?

 berat badannya kurang dari 1800 gram
 usia kehamilan kurang dari 34 minggu
 sulit minum
 sakit
Permasalahan Bayi Prematur

Risiko yang dapat Terjadi
1. Jangka Pendek

* Hipotermia. Hipotermia (suhu bayi 37,5°C) dapat meningkatkan metabolisme, dan menyebabkan dehidrasi.
* Hipoglikemia (Kadar Gula darah kurang dari normal)
* Paru belum berkembang (bayi menjadi sesak napas)
* Gangguan Pencernaan (mudah kembung karena fungsi usus belum cukup baik)
* Mudah terkena infeksi (Sistem imunitas bayi belum matang)
* Anemia (bayi kelihatan pucat oleh karena kadar hemoglobin darah rendah)
* Mudah kuning
* Perdarahan otak
* Gangguan jantung

2. Jangka panjang

* Gangguan pertumbuhan
* Gangguan perkembangan
* Gangguan penglihatan (retinopati akibat prematur)
* Gangguan pendengaran
* Penyakit paru kronik

Semakin muda usia kehamilan semakin besar risiko jangka pendek dan jangka panjang tersebut terjadi.
Perawatan bayi prematur di rumah
1. Utamakan pemberian ASI

ASI mempunyai keuntungan yaitu kadar protein tinggi, laktalbumin, zat kekebalan tubuh, lipase dan asam lemak esensial, laktosa, dan oligosakarida. ASI mempunyai faktor pertumbuhan usus, oligosakarida untuk memacu motilitas usus, dan perlindungan terhadap penyakit. Dari segi psikologik ASI meningkatkan ikatan antara ibu dan anak.
Formula standar untuk BBLR menyerupai ASI tetapi kekurangan antibodi dan faktor pertumbuhan. Formula prematur mempunyai kandungan kalori, protein, dan mineral yang lebih tinggi dibanding formula untuk bayi cukup bulan.
Bayi kecil juga rentan kekurangan nutrisi, fungsi organnya belum matang, kebutuhan nutrisinya besar, dan mudah sakit hingga pemberian nutrisi yang tepat penting untuk tumbuh kembang optimal.
2. Hindarkan suhu tubuh yang rendah (hipotermia) dengan cara:

* Metode Kangguru. Metode yang tepat dalam merawat BBLR, yakni dengan kangaroo mother care atau metode kanguru. Metode kanguru adalah perawatan bayi baru lahir seperti bayi kanguru dalam kantung ibunya. Caranya: Bayi diletakkan dalam dekapan ibu dengan kulit menyentuh kulit, posisi bayi tegak, kepala miring ke kiri atau ke kanan. Keunggulan metode ini: bayi mendapatkan sumber panas alami (36-37o C) terus menerus langsung dari kulit ibu, mendapatkan kehangatan udara dalam kantung/baju ibu, serta ASI menjadi lancar. Dekapan Anda adalah energi bagi si kecil. Pada bayi berat badan lahir sangat rendah (kurang dari 1000 g) metode kanguru ditunda sampai usia 2 minggu, atau sampai keadaan si bayi stabil. Kriteria bayi kecil yang dapat menggunakan metode ini:
o Bayi sehat
o Berat lahir antara 1500-2500 g,
o Suhu tubuh stabil (36,5 – 37,5o C),
o Bayi dapat menetek,
o Grafik berat badan cenderung naik.
* Bayi dibungkus kain hangat dan kepalanya diberi topi.
* Bayi kecil atau bayi sakit diletakkan di ruang hangat (tidak kurang dari 25o C).
* Pastikan tangan selalu hangat saat memegang bayi.
* Bila popok atau kain basah, harus selalu diganti.

3. Hindarkan kontak terhadap orang/lingkungan yang berisiko tinggi
4. Cuci tangan sebelum memegang bayi
5. Pakailah masker bila kondisi badan sakit sebelum memegang bayi
6. Lakukan pemijatan bayi secara rutin (tanyakan dokter tentang caranya)
7. Hubungi dokter atau bawa ke rumah sakit bila terdapat tanda kurang baik, misalnya: bayi malas minum, napas cepat, badan panas, bertambah kuning, dan bila ada kejang

source: http://www.anakku.net

Advertisements

March 5, 2009 at 3:40 am 4 comments

Sekilas Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Kapan seorang bayi dikatakan bayi berat lahir rendah (BBLR)?
Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain.
Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.

Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain. Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.

Sebanyak 25% bayi baru lahir dengan BBLR meninggal dan 50% meninggal saat bayi.
Mengapa? BBLR rentan terhadap kekurangan nutrisi, infeksi, dan keterlambatan perkembangan saraf.
Ada 2 tipe BBLR

1. Prematur yaitu bayi yang lahir lebih awal dari waktunya (kehamilan < 37 minggu)
2. Bayi kecil masa kehamilan (KMK) yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi memiliki berat badan kurang
Apa penyebab BBLR?

Sesuai dengan tipenya, BBLR tipe KMK disebabkan oleh :
 Ibu hamil yang kekurangan nutrisi
 Ibu memiliki hipertensi, preeklamsi, atau anemia
 Kehamilan kembar, kehamilan lewat waktu
 Malaria kronik, penyakit kronik
 Ibu hamil merokok

Sedangkan BBLR tipe prematur disebabkan oleh
 Berat badan ibu yang rendah, ibu hamil yang masih remaja, kehamilan kembar
 Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya,
 Cervical imcompetence (mulut rahim yang lemah hingga tak mampu menahan berat bayi dalam rahim)
 Perdarahan sebelum atau saat persalinan (antepartum hemorrhage)
 Ibu hamil yang sedang sakit
 Kebanyakan tidak diketahui penyebabnya.
Bilamana BBLR perlu dirawat di rumah sakit?

 berat badannya kurang dari 1800 gram
 usia kehamilan kurang dari 34 minggu
 sulit minum
 sakit
Permasalahan Bayi Prematur

Risiko yang dapat Terjadi
1. Jangka Pendek

* Hipotermia. Hipotermia (suhu bayi 37,5°C) dapat meningkatkan metabolisme, dan menyebabkan dehidrasi.
* Hipoglikemia (Kadar Gula darah kurang dari normal)
* Paru belum berkembang (bayi menjadi sesak napas)
* Gangguan Pencernaan (mudah kembung karena fungsi usus belum cukup baik)
* Mudah terkena infeksi (Sistem imunitas bayi belum matang)
* Anemia (bayi kelihatan pucat oleh karena kadar hemoglobin darah rendah)
* Mudah kuning
* Perdarahan otak
* Gangguan jantung

2. Jangka panjang

* Gangguan pertumbuhan
* Gangguan perkembangan
* Gangguan penglihatan (retinopati akibat prematur)
* Gangguan pendengaran
* Penyakit paru kronik

Semakin muda usia kehamilan semakin besar risiko jangka pendek dan jangka panjang tersebut terjadi.
Perawatan bayi prematur di rumah
1. Utamakan pemberian ASI

ASI mempunyai keuntungan yaitu kadar protein tinggi, laktalbumin, zat kekebalan tubuh, lipase dan asam lemak esensial, laktosa, dan oligosakarida. ASI mempunyai faktor pertumbuhan usus, oligosakarida untuk memacu motilitas usus, dan perlindungan terhadap penyakit. Dari segi psikologik ASI meningkatkan ikatan antara ibu dan anak.
Formula standar untuk BBLR menyerupai ASI tetapi kekurangan antibodi dan faktor pertumbuhan. Formula prematur mempunyai kandungan kalori, protein, dan mineral yang lebih tinggi dibanding formula untuk bayi cukup bulan.
Bayi kecil juga rentan kekurangan nutrisi, fungsi organnya belum matang, kebutuhan nutrisinya besar, dan mudah sakit hingga pemberian nutrisi yang tepat penting untuk tumbuh kembang optimal.
2. Hindarkan suhu tubuh yang rendah (hipotermia) dengan cara:

* Metode Kangguru. Metode yang tepat dalam merawat BBLR, yakni dengan kangaroo mother care atau metode kanguru. Metode kanguru adalah perawatan bayi baru lahir seperti bayi kanguru dalam kantung ibunya. Caranya: Bayi diletakkan dalam dekapan ibu dengan kulit menyentuh kulit, posisi bayi tegak, kepala miring ke kiri atau ke kanan. Keunggulan metode ini: bayi mendapatkan sumber panas alami (36-37o C) terus menerus langsung dari kulit ibu, mendapatkan kehangatan udara dalam kantung/baju ibu, serta ASI menjadi lancar. Dekapan Anda adalah energi bagi si kecil. Pada bayi berat badan lahir sangat rendah (kurang dari 1000 g) metode kanguru ditunda sampai usia 2 minggu, atau sampai keadaan si bayi stabil. Kriteria bayi kecil yang dapat menggunakan metode ini:
o Bayi sehat
o Berat lahir antara 1500-2500 g,
o Suhu tubuh stabil (36,5 – 37,5o C),
o Bayi dapat menetek,
o Grafik berat badan cenderung naik.
* Bayi dibungkus kain hangat dan kepalanya diberi topi.
* Bayi kecil atau bayi sakit diletakkan di ruang hangat (tidak kurang dari 25o C).
* Pastikan tangan selalu hangat saat memegang bayi.
* Bila popok atau kain basah, harus selalu diganti.

3. Hindarkan kontak terhadap orang/lingkungan yang berisiko tinggi
4. Cuci tangan sebelum memegang bayi
5. Pakailah masker bila kondisi badan sakit sebelum memegang bayi
6. Lakukan pemijatan bayi secara rutin (tanyakan dokter tentang caranya)
7. Hubungi dokter atau bawa ke rumah sakit bila terdapat tanda kurang baik, misalnya: bayi malas minum, napas cepat, badan panas, bertambah kuning, dan bila ada kejang

source: http://www.anakku.net

March 5, 2009 at 3:23 am Leave a comment

masalah anak ngompol

Rifqi (5 tahun) anak saya pertama mulai berhenti ngompol umur 4tahun. awalnya memang susah untuk melatihnya untuk tidak ngompol.

saya dan papanya, harus bangun tepat jam 12 malam, jam 4 subuh untuk membangunkan Rifqi untuk kencing di kamar mandi. mungkin lebih baik bagi kami untuk bagun malam-malam daripada rifqi tidak nyaman tidur karena tempat tidurnya basah. belum bau kencing yang cukup menyengat akan cukup membuat kamar rifqi menjadi tidak nyaman. saya tidak tahu pasti, apakah karena “perjuangan” kami itu sehingga, rifqi akhirnya rifqi menjadi tidak ngompol, atau karena memang “sudah saatnya” dia tidak ngompol.

dari beberapa referensi yang saya dapatkan, anak ngompol sampai usia 5-6 tahun. sampai kemudian hormon-hormon dalam tubuhnya akan mampu mengontrol secara sempurna aktifitasnya, termasuk mengontrol kencing.

tanya jawab masalah ngompol saya ambil dari:
http://www.blogdokter.net/

Apa itu ngompol?

Ngompol atau sering juga disebut dengan nokturnal enuresis ialah pengeluaran urine yang tidak disadari pada saat tidur. Terkadang definisi ngompol juga digunakan untuk menyebut anak anak yang gagal mengontrol pengeluaran urine saat mereka terjaga.

Apa saja jenis ngompol ?

Menurut terjadinya, ngompol dapat dibagi dua yaitu :
Enuresis/Ngompol Primer – ngompol yang terjadi sejak bayi dan
Enuresis/Ngompol Sekunder – ngompol yang kembali terjadi setelah sang anak tidak pernah ngompol lagi minimal 6 bulan.

Apakah ngompol primer itu?

Ngompol primer terjadi diduga akibat dari keterlambatan proses pematangan sistem saraf pada anak anak. Pada usia 5 tahun, kurang lebih 20% dari anak anak akan ngompol sekali dalam sebulan. Dari jumlah itu, 5% dari anak laki laki dan 1% dari anak perempuan akan ngompol pada malam hari. Memasuki usia 6 tahun, prosentase anak yang ngompol akan berkurang menjadi 10% dan sebagian besar adalah anak laki laki. Prosentase anak yang ngompol setiap tahun akan terus berkurang menjadi setengahnya setelah sang anak melewati usia 5 tahun. Ada pula ahli yang menghubungkan riwayat keluarga dengan ngompol primer ini. Jika salah satu dari orang tuanya mempunyai kebiasaan ngompol maka kemungkinan 45% anaknya akan mempunyai kebiasaan yang sama.

Apa yang menjadi masalah utama dari ngompol primer?

Masalah utama yang dihadapi oleh anak anak pengompol primer adalah ketidakmampuan otak untuk menangkap sinyal yang dikirimkan oleh kandung kencing yang sudah penuh saat sang anak terlelap. Kenyataannya, kapasitas kandung kencing pada anak pengompol lebih kecil daripada anak anak yang normal.

Apakah ngompol primer ada hubungannya dengan masalah emosional?

Beberapa orang tua mempercayai bahwa kebiasaan ngompol primer yang terjadi pada anak anak mereka disebabkan oleh karena faktor emosional. Namun tidak ada penelitian di bidang kedokteran yang mampu membuktikan pernyataan ini.

Bagaimana mengatasi ngompol primer?

Cara mengatasi ngompol primer sangat berhubungan dengan waktu. Kesabaran dan peran serta orang tua sangat diharapkan. Namun tidak sedikit dari mereka yang frustasi dengan lamanya sang anak mengalami ngompol primer dan mencoba melakukan berbagai cara untuk mengatasinya termasuk dengan memberikan penghargaan atau hadiah bila sang anak tidak ngompol. Ternyata tindakan ini cukup berhasil dalam mengatasi ngompol primer. Tujuh puluh lima persen dari anak pengompol primer mengalami kemajuan yang berarti dengan cara ini. Orang tua yang selalu memotivasi anaknya untuk mengontrol kebiasaan ngompol sangat berpengaruh terhadap kemampuan sang anak dalam mengendalikan pengeluaran urine.

Seberapa sering kejadian ngompol sekunder?

Hanya sekitar 2%-3% dari anak pengompol yang kebiasaan ngompolnya disebabkan oleh karena faktor penyakit. Faktor inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya ngompol sekunder.

Penyakit apa saja yang menyebabkan ngompol sekunder?

Infeksi saluran kemih, gangguan metabolisme (kencing manis usia dini), tekanan berlebihan pada kandung kencing, dan gangguan saraf tulang belakang. Tekanan yang berlebihan pada kandung kencing terutama disebabkan oleh karena gangguan pengeluaran kotoran sehingga akumulasi kotoran pada usus besar akan menekan kandung kencing.

Bagaimana mendiagnosa penyebab ngompol?

Umumnya, wawancara lengkap tentang riwayat keluhan yang dialami pasien dan pemeriksaan fisik sudah bisa memberikan gambaran tentang penyebab terjadinya ngompol sekunder. Akan lebih lengkap lagi bila ditambahkan dengan pemeriksaan urine dan biakan kuman urine. Pada ngompol sekunder kadang diperlukan pemeriksaan radiologi dan laboratorium yang lebih lengkap.

Bagaimana mengobati ngompol sekunder?

Pengobatan ngompol sekunder sangat tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Dengan diobatinya penyakit yang mendasari maka diharapkan gangguan ngompol tidak akan terjadi lagi. Keberhasilan dari pengobatan ini tergantung dari keberhasilan dalam menemukan dan mengobati penyakit yang mendasari tersebut.

sumber: http://www.blogdokter.net

March 3, 2009 at 7:27 am 1 comment


Cara Aman Memasak dengan Gas


Blog Ayahnya Anak2

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives