BEBERAPA MASALAH SEPUTAR MENYUSUI

April 20, 2009 at 5:05 am Leave a comment

Beragam masalah dapat muncul saat ibu menyusui. Namun dengan dukungan keluarga, yakinlah masalah tersebut dapat teratasi.

1. STRES

Ibu yang kurang percaya diri saat menyusui biasanya akan dihantui bayangan stres. Apalagi bila yang dihadapi adalah anak pertama, dimana masih ada rasa “takut” untuk memegang, menggendong, maupun menyusui. Kondisi ini semakin bertambah buruk bila lingkungan keluarga terdekat seperti suami, orang tua, mertua atau saudara yang tinggal serumah tidak memberi dukungan. Padahal bayi yang rewel di usia 2 minggu, 4 minggu, 3 bulan dan 6 bulan adalah wajar karena sedang memasuki masa pertumbuhan yang amat pesat.

Cara mengatasi:

Dukungan dari suami dan keluarga untuk menenangkan atau bahkan membantu perawatan sederhana, seperti mengganti popok, menidurkan, dan sebagainya akan sangat bermanfaat. Bantuan sekecil apa pun semisal mengangkatkan bayi ke pangkuan ibu saat akan disusui pasti menumbuhkan rasa percaya diri ibu. Berikutnya, rasa percaya diri ini berpengaruh langsung pada kelancaran ASI. Bila ibu percaya diri, produksi ASI-nya dijamin lebih lancar dan berlimpah.

2. BINGUNG PUTING

Bayi yang langsung mengisap susu dari botol, umumnya akan mengalami bingung puting. Sebab prinsip kerja mengisap botol sangat berbeda dengan mengisap payudara ibu. Saat mengisap susu botol, bayi tidak perlu menggerakkan lidahnya karena dotnya sudah berlubang. Sedangkan saat menyusu pada payudara ibu, bayi harus menggerakkan lidahnya untuk menekan areola sambil melakukan gerakan mengisap. Jadi, memang butuh keterampilan tersendiri untuk mengisap ASI langsung dari payudara ibu.

Cara mengatasi:

Untuk mengatasinya ibu harus cermat mengamati tanda-tanda bayi yang mulai lapar atau haus. Antara lain bibirnya bergerak-gerak ke sana kemari pertanda gelisah atau langsung menangis. Bila tanda ini mulai terlihat, ibu dapat segera menyusui bayinya. Jangan panik/cemas bila ia terus menangis dan belum mau mengisap karena beberapa saat kemudian pastilah ia akan mencobanya lagi terdorong oleh rasa lapar dan haus. Bila bayi sudah mulai menyusu lagi, hindari pemberian susu melalui botol dan dot.

3. ASI SEDIKIT

Pada dasarnya produksi ASI sudah disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam hal ini refleks oksitosin yang membuat ASI lancar mengalir dari “gudang susu” yang terdapat pada areola. Refleks ini bekerja sebelum dan saat menyusui. Isapan bayi akan menghasilkan rangsangan sensorik dari puting yang selanjutnya menghasilkan hormon oksitosin dalam darah. Pada saat yang sama terjadi pula rangsang sensorik dari puting yang menghasilkan hormon prolaktin dalam darah. Prolaktin inilah yang bertugas memberi perintah langsung kepada “pabrik susu” untuk kembali memproduksi ASI.

Cara mengatasi:

ASI akan berkurang bila tidak langsung diisap atau diperah. Jika payudara tetap penuh akan terbentuk PIF (Prolactin Inhibiting Factor), yakni zat yang menghentikan pembentukan ASI. Jadi, semakin sering diisap, maka produksi ASI pun akan semakin berlimpah.

4. PUTING LECET

Penyebabnya adalah perlekatan yang salah. Terutama bila areola tidak seluruhnya masuk ke dalam mulut bayi tapi hanya bagian putingnya. Akibatnya, puting terasa nyeri dan bila terus dipaksakan untuk menyusui akan lecet.

Cara mengatasi:

Oleskan ASI di puting dan sekitarnya sesaat sebelum menyusui. Efeknya, puting menjadi tidak kaku sekaligus berfungsi sebagai antibiotik meski yang paling penting tentunya memperbaiki perlekatan saat menyusui.

5. MASTITIS/PAYUDARA MERADANG

Bila ASI tak berhasil diisap dan tetap tertahan dalam payudara, maka payudara akan meradang. Untuk menguranginya, mau tidak mau ASI harus dikeluarkan, baik diisap langsung menggunakan alat khusus atau diperah dengan tangan. Umumnya, bayi tidak mau mengisap payudara yang tengah mengalami peradangan karena putingnya kaku.

Cara mengatasi:

Sebagai langkah awal, cobalah mengompres dengan air hangat, kemudian lakukan pemijatan. Caranya, topang bagian bawah payudara dengan satu telapak tangan. Gerakkan jari tangan ke arah puting sambil sesekali lakukan gerakan memutar. Sedangkan untuk memerah, letakkan posisi ibu jari dan telunjuk seperti jarum jam di angka 3 dan 9 (lihat hlm. 14-15), kemudian tekan tegak lurus ke arah dada lalu tarik ke arah luar sambil menekan puting. Lakukan gerakan ini secara berulang-ulang dan sesekali pindahkan jari pada posisi angka 6 dan 12 atau 5 dan 11.

6. PENGGUNAAN ALAT BANTU

Pada bayi-bayi prematur, refleks isap umumnya belum baik. Refleks ini baru muncul/berfungsi baik di usia 32­34 minggu.

Cara mengatasi:

Untuk merangsang kemampuannya mengisap, bantu dengan penggunaan alat khusus. Alat ini akan menampung ASI yang sudah diperas untuk kemudian dialirkan melalui selang halus yang ditempelkan pada payudara ibu. Dengan cara ini bayi akan terangsang untuk mengisap karena ada tetesan ASI melalui selang tadi. Alat ini kerap dimanfaatkan ibu yang mengadopsi anak. Dengan alat ini diharapkan bayi akan terangsang mengisap payudara ibu. Selanjutnya, lewat isapan tersebut produksi oksitosin dan prolaktin akan terpacu sehingga ibu benar-benar mengeluarkan ASI. Ibu dengan kondisi semacam ini umumnya akan berhasil memproduksi ASI dalam jangka waktu 1-6 minggu.

Entry filed under: MENYUSUI. Tags: , , , .

Mitos dan Fakta Seputar ASI Tentang Placenta Previa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Cara Aman Memasak dengan Gas


Blog Ayahnya Anak2

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archives


%d bloggers like this: